Penting! Ini 3 Kunci Dongkrak Motivasi Belajar Anak Selama Pandemi
Kamis, 08 Oktober 2020 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk memotivasi anak sebelum usia 5 tahun harus ditekankan kebersamaan dan kekompakan keluarga. Karena tahapan perkembangan fungsi otak di usia ini membutuhkan itu," terangnya. (Baca juga: Ini Solusi agar Guru Honorer Usia di Atas 35 Tahun Bisa Tetap Jadi PNS )
Sementara untuk anak usia 5 tahun ke atas atau anak-anak di jenjang SD, katanya, mereka sudah berpikir kritis maka untuk meningkatkan motivasi pada anak tidak bisa diberi instruksi saja. Mereka harus diberikan tanggung jawab dan tugas dengan diawali adanya perencanaan bersama. Tugas yang diberikan pun harus dimulai yang mudah dulu.
Aspek yang perlu dijaga kedua adalah aspek tubuh. Dia menjelaskan, yang harus dilakukan pada aspek ini adalah menjaga kadar oksigen di dalam tubuh. Menurutnya, jika anak-anak hanya diberi tugas tanpa ada kesempatan untuk bergerak dan bermain maka kadar oksigen di tubuh akan turun. Hal ini akan berdampak anak malas untuk mengerjakan sesuatu.
Afnie menjabarkan, untuk meningkatkan kehangatan dan kebersamaan maka aktivitas olah raga ringan atau jalan santai dengan protokol kesehatan bisa dilakukan bersama anak. "Saat anak bisa menikmati sinar matahari dan berjalan kaki maka kadar endorfinnya naik. Dia pun akan lebih bahagia," ujarnya.
Afnie menerangkan, aspek ketiga yang harus dijaga keseimbangannya adalah sisi spiritualitas anak. Dia menjelaskan, ketika anak mengucapkan kata-kata baik sesuai keyakinannya dalam bentuk doa maka ada aliran elektromagnetik yang membuat fungsi otak menjadi lebih kuat sehngga anak tidak gampang stres dan lebih siap dalam menghadapi tantangan.
Sementara untuk anak usia 5 tahun ke atas atau anak-anak di jenjang SD, katanya, mereka sudah berpikir kritis maka untuk meningkatkan motivasi pada anak tidak bisa diberi instruksi saja. Mereka harus diberikan tanggung jawab dan tugas dengan diawali adanya perencanaan bersama. Tugas yang diberikan pun harus dimulai yang mudah dulu.
Aspek yang perlu dijaga kedua adalah aspek tubuh. Dia menjelaskan, yang harus dilakukan pada aspek ini adalah menjaga kadar oksigen di dalam tubuh. Menurutnya, jika anak-anak hanya diberi tugas tanpa ada kesempatan untuk bergerak dan bermain maka kadar oksigen di tubuh akan turun. Hal ini akan berdampak anak malas untuk mengerjakan sesuatu.
Afnie menjabarkan, untuk meningkatkan kehangatan dan kebersamaan maka aktivitas olah raga ringan atau jalan santai dengan protokol kesehatan bisa dilakukan bersama anak. "Saat anak bisa menikmati sinar matahari dan berjalan kaki maka kadar endorfinnya naik. Dia pun akan lebih bahagia," ujarnya.
Afnie menerangkan, aspek ketiga yang harus dijaga keseimbangannya adalah sisi spiritualitas anak. Dia menjelaskan, ketika anak mengucapkan kata-kata baik sesuai keyakinannya dalam bentuk doa maka ada aliran elektromagnetik yang membuat fungsi otak menjadi lebih kuat sehngga anak tidak gampang stres dan lebih siap dalam menghadapi tantangan.
(mpw)
Lihat Juga :