Sulap Kecubung Jadi Obat Bius, Siswa MAN 1 Gresik Juarai Ajang Internasional
Senin, 12 Oktober 2020 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, jika cara membuatnya cukup mudah. Buah kecubung dikupas dan diambil bijinya. Kemudian dicampur dengan alkohol 70 persen. Diaduk sekitar 30 menit dan didiamkan selama dua hari. "Setelah itu baru bisa digunakan," imbuhnya dengan rasa gembira.
Bahkan, dia bersama keempat siswa mempraktekan langsung temuan itu. Menggunakan 2 ml bius dari kecubung lalu dituangkan ke dalam air 250 ml. Kemudian ikan dimasukan. Tak butuh waktu lama, ikan tertidur sekitar 20 menit."Kerjanya 20 menit. Setelah itu ikan kembali sehat," ungkapnya.
Menurutnya, obat bius ikan ini akan dibutuhkan oleh petani tambak hingga pengusaha rumah makan ikan segar. Karena sering kali pengiriman bibit ikan belum efektif.
"Banyak bibit ikan yang mati saat pengiriman karena stres. Kalau pakai bius ini, ikannya pingsan. Dan bisa meminimalisir angka kematian bibit saat dikirim ke tambak," paparnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Gresik Masfuah mengapresiasi temuan anak didiknya. Bahka dia baru mengetahui setelah kelima siswanya menjadi juara. "Di tengah keterbatasan pembelajaran, para siswa tetap berinovasi," ungkapnya dengan rasa bangga.
Pihaknya berharap temuan ini bisa dikembangkan ke skala yang lebih besar. Sehingga bisa bermanfaat bagi petani tambak dan pengusaha ikan yang lain."Semoga bisa dikembangkan untuk ikan besar. Karena rumah makan itu banyak yang butuh ikan segar dalam keadaan hidup," harapnya.
Bahkan, dia bersama keempat siswa mempraktekan langsung temuan itu. Menggunakan 2 ml bius dari kecubung lalu dituangkan ke dalam air 250 ml. Kemudian ikan dimasukan. Tak butuh waktu lama, ikan tertidur sekitar 20 menit."Kerjanya 20 menit. Setelah itu ikan kembali sehat," ungkapnya.
Menurutnya, obat bius ikan ini akan dibutuhkan oleh petani tambak hingga pengusaha rumah makan ikan segar. Karena sering kali pengiriman bibit ikan belum efektif.
"Banyak bibit ikan yang mati saat pengiriman karena stres. Kalau pakai bius ini, ikannya pingsan. Dan bisa meminimalisir angka kematian bibit saat dikirim ke tambak," paparnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Gresik Masfuah mengapresiasi temuan anak didiknya. Bahka dia baru mengetahui setelah kelima siswanya menjadi juara. "Di tengah keterbatasan pembelajaran, para siswa tetap berinovasi," ungkapnya dengan rasa bangga.
Pihaknya berharap temuan ini bisa dikembangkan ke skala yang lebih besar. Sehingga bisa bermanfaat bagi petani tambak dan pengusaha ikan yang lain."Semoga bisa dikembangkan untuk ikan besar. Karena rumah makan itu banyak yang butuh ikan segar dalam keadaan hidup," harapnya.
(mpw)
Lihat Juga :