Kembangkan Kecerdasan Buatan, ITS Buka PUI-AIHeS
Kamis, 15 Oktober 2020 - 20:04 WIB
loading...
Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari. Foto/Dok/Humas ITS
A
A
A
SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin menunjukkan keseriusannya untuk berkontribusi bagi bangsa dalam bidang kecerdasan buatan (artifisial) dan kesehatan. Mereka pun membuka secara resmi Pusat Unggulan Ipteks – Artificial Intelligence for Healthcare and Society (PUI-AIHeS), Kamis (15/10).
Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari menuturkan, kecerdasan buatan ini memiliki peran yang sangat strategis dan cakupan yang luas. Meski masih baru, PUI-AIHeS ditargetkan untuk dapat segera memenuhi Technology Readiness Level (TRL) dan Commercial Readiness Level (CRL). (Baca juga: Pesan Rektor IPB University ke Wisudawan: Jadilah Pembelajar Tangguh )
“Hal tersebut mencakup beberapa poin yakni ide, konsep, pembuktian teori, penciptaan prototipe, sertifikasi, hingga produksi massal,” kata Ashari.
Ia melanjutkan, pihaknya setiap tahunnya rutin meluncurkan produk inovasi, pada 2021 akan fokus untuk bidang kesehatan dan kecerdasan buatan. Guru besar Teknik Elektro ITS ini mengharapkan pula bahwa PUI baru ini dapat bekerja sama dengan pusat riset, pusat kajian, dan seluruh laboratorium di ITS.
“Serta dapat membentuk konsorsium, menentukan topik untuk dikerjakan, hingga hilirisasi menghasilkan produk baru,” imbuhnya.
Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja sama, dan Kealumnian Bambang Pramujati menambahkan, produk dari PUI-AIHeS ini sebenarnya sudah banyak dan tinggal mendesiminasikannya ke masyarakat. Makanya terdapat tiga harapan yakni pengembangan kapasitas dalam sumber daya hingga pendanaan, pengembangan kapasitas research development, dan diseminasi. (Baca juga: Tantangan Wisudawan di Era Pandemi, Harus Siap Menambah Softskill Baru )
Menilik sejarah perjuangan dari PUI-AIHeS ini, Bambang merasa bahwa peresmian ini adalah momen yang ditunggu-tunggu dari berbagai pihak. Ia berharap dapat meningkatkan kemandirian teknologi ITS. “Riset, inovasi, serta produk inovatif itu akan jadi tulang punggung pengembangan institut untuk menjadi kampus yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari menuturkan, kecerdasan buatan ini memiliki peran yang sangat strategis dan cakupan yang luas. Meski masih baru, PUI-AIHeS ditargetkan untuk dapat segera memenuhi Technology Readiness Level (TRL) dan Commercial Readiness Level (CRL). (Baca juga: Pesan Rektor IPB University ke Wisudawan: Jadilah Pembelajar Tangguh )
“Hal tersebut mencakup beberapa poin yakni ide, konsep, pembuktian teori, penciptaan prototipe, sertifikasi, hingga produksi massal,” kata Ashari.
Ia melanjutkan, pihaknya setiap tahunnya rutin meluncurkan produk inovasi, pada 2021 akan fokus untuk bidang kesehatan dan kecerdasan buatan. Guru besar Teknik Elektro ITS ini mengharapkan pula bahwa PUI baru ini dapat bekerja sama dengan pusat riset, pusat kajian, dan seluruh laboratorium di ITS.
“Serta dapat membentuk konsorsium, menentukan topik untuk dikerjakan, hingga hilirisasi menghasilkan produk baru,” imbuhnya.
Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja sama, dan Kealumnian Bambang Pramujati menambahkan, produk dari PUI-AIHeS ini sebenarnya sudah banyak dan tinggal mendesiminasikannya ke masyarakat. Makanya terdapat tiga harapan yakni pengembangan kapasitas dalam sumber daya hingga pendanaan, pengembangan kapasitas research development, dan diseminasi. (Baca juga: Tantangan Wisudawan di Era Pandemi, Harus Siap Menambah Softskill Baru )
Menilik sejarah perjuangan dari PUI-AIHeS ini, Bambang merasa bahwa peresmian ini adalah momen yang ditunggu-tunggu dari berbagai pihak. Ia berharap dapat meningkatkan kemandirian teknologi ITS. “Riset, inovasi, serta produk inovatif itu akan jadi tulang punggung pengembangan institut untuk menjadi kampus yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Lihat Juga :