25 Mahasiswa Unusa Lolos Program Kampus Mengajar Perintis Kemdikbud
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 11:23 WIB
loading...
Sebanyak 25 mahasiswa dari Prodi S1 PGSD Unusa, mendapatkan beasiswa LPDP dari Kemdikbud untuk menjalankan Program Kampus Mengajar Perintis. Foto/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Sebanyak 25 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud) untuk menjalankan Program Kampus Mengajar Perintis.
Salah satu mahasiswa program kampus mengajar perintis, Sony Wahyu Alfaryansyah menjelaskan mahasiswa penerima beasiswa dari prodi PGSD Unusa ini akan memberikan solusi dalam pembelajaran kepada sekolah yang menjadi tujuan program kampus mengajar perintis. Mereka memilih sekolah yang ada ditiga kota seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. (Baca juga: Kampus Merdeka Bekali Mahasiswa untuk Hadapi Tantangan Masa Depan )
"Kami memilih tiga kota ini lantaran memang dekat domisili dari lokasi dari 25 mahasiswa PGSD yang melaksanakan program ini," ucap Sony, Kamis (15/10).
Sony mengatakan, dalam memilih sekolah pihaknya mengutamakan Sekolah Dasar yang berakreditasi C dan maksimal berakreditasi B.
"Ini untuk memberikan solusi bagi sekolah yang terdampak pandemi dengan memberdayakan para mahasiswa yang berdomisili di sekitar wilayah sekolah tersebut guna membantu para guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran," kata dia. (Baca juga: Kampus Siaga COVID, 26 Ribu Mahasiswa IPB University Kembali Pulang Kampung )
Salah satu mahasiswa program kampus mengajar perintis, Sony Wahyu Alfaryansyah menjelaskan mahasiswa penerima beasiswa dari prodi PGSD Unusa ini akan memberikan solusi dalam pembelajaran kepada sekolah yang menjadi tujuan program kampus mengajar perintis. Mereka memilih sekolah yang ada ditiga kota seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. (Baca juga: Kampus Merdeka Bekali Mahasiswa untuk Hadapi Tantangan Masa Depan )
"Kami memilih tiga kota ini lantaran memang dekat domisili dari lokasi dari 25 mahasiswa PGSD yang melaksanakan program ini," ucap Sony, Kamis (15/10).
Sony mengatakan, dalam memilih sekolah pihaknya mengutamakan Sekolah Dasar yang berakreditasi C dan maksimal berakreditasi B.
"Ini untuk memberikan solusi bagi sekolah yang terdampak pandemi dengan memberdayakan para mahasiswa yang berdomisili di sekitar wilayah sekolah tersebut guna membantu para guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran," kata dia. (Baca juga: Kampus Siaga COVID, 26 Ribu Mahasiswa IPB University Kembali Pulang Kampung )
Lihat Juga :