Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Koordinasi Penguatan Peran SMK Dalam Pembangunan Pedesaan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program SMK Membangun Desa yang dicanangkan Direktorat SMK. Hadir sebagai pembicara, Gus Marlock ketua Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI), Alva Edy Tontowi dan Ambar Pertiwiningrum dari Universitas Gadjah Mada.
Turut hadir pula Faiz Zawahir Muntaha dan Faisal Bani Kaham dari Pranadipta Consulting. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menguatkan peran SMK dalam membangun desa. Hal ini penting mengingat mayoritas SMK berada di pedesaan. Kawasan pedesaan juga mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan dengan peran SMK di dalamnya.
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, urbanisasi di Indonesia masih tinggi. Bank Dunia mencatat urbanisasi di Indonesia hampir 55% dari keseluruhan angkatan kerja. Hal ini membuat para angkatan kerja produktif lebih memilih untuk bekerja di kota dibandingkan dengan membangun desanya. Adanya UU Cipta Kerja bisa berpengaruh positif kepada SMK dengan adanya kemudahan dalam membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di pedesaan.
Dalam kegiatan ini secara simbolik diselenggarakan pula penandatanganan perjanjian kerja sama yang saling mengikat antara SMK Plus YSB Suryalaya dengan Desa Tanjungkerta Tasikmalaya. Penandatanganan perjanjian tersebut merupakan wujud komitmen nyata pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah-wilayah pedesaan yang menjadi basis utama berkembangnya SMK.
Turut hadir pula Faiz Zawahir Muntaha dan Faisal Bani Kaham dari Pranadipta Consulting. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menguatkan peran SMK dalam membangun desa. Hal ini penting mengingat mayoritas SMK berada di pedesaan. Kawasan pedesaan juga mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan dengan peran SMK di dalamnya.
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, urbanisasi di Indonesia masih tinggi. Bank Dunia mencatat urbanisasi di Indonesia hampir 55% dari keseluruhan angkatan kerja. Hal ini membuat para angkatan kerja produktif lebih memilih untuk bekerja di kota dibandingkan dengan membangun desanya. Adanya UU Cipta Kerja bisa berpengaruh positif kepada SMK dengan adanya kemudahan dalam membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di pedesaan.
Dalam kegiatan ini secara simbolik diselenggarakan pula penandatanganan perjanjian kerja sama yang saling mengikat antara SMK Plus YSB Suryalaya dengan Desa Tanjungkerta Tasikmalaya. Penandatanganan perjanjian tersebut merupakan wujud komitmen nyata pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah-wilayah pedesaan yang menjadi basis utama berkembangnya SMK.
(mpw)
Lihat Juga :