Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 13:00 WIB
loading...
Kemendikbud akan Kembangkan...
Sejumlah siswa SMK melakukan pendampingan kepada warga dalam rangka pengembangan desa agar masyarakatnya bisa lebih mandiri secara ekonomi. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mensinergikan SMK dengan pemerintahan desa. Tujuannya untuk bersama membangun desa yang sesuai dengan potensinya.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Bakhrun mengatakan, program sinergi antara SMK dengan pemerintahan desa adalah yang pertama kali dilakukan pihaknya selama ini. Kerja sama ini dilakukan, ujar Bahkrun, adalah untuk memenuhi kebutuhan sumber daya yang ada di pedesaan. Bahkrun mengatakan, program ini akan menjadi salah satu program andalan di direktoratnya. (Baca juga: Pendidikan Guru Penggerak Diikuti 2.800 Guru )

Bakhrun mengatakan, direktoratnya akan segera menunjuk desa mana saja yang bisa menjadi tahap percontohan pertama atau pilot project dari program ini. "Hal ini guna merespon kebutuhan SDM di desa. Ke depan program ini akan menjadi program andalan Direktorat SMK. Akan ada 500 desa yang akan menjadi pilot project pada tahun 2021," katanya pada Koordinasi Penguatan Peran SMK Dalam Pembangunan Pedesaan melalui siaran pers, Jumat (16/10).

Bakrun mengatakan, program SMK untuk membangun desa ini akan dikembangkan sesuai dengan potensi yang menonjol yang ada di desa tersebut. Masuknya SMK, katanya, bisa bersama dengan kepala desa untuk menyusun program atau rencana kerja pengembangan desa bersama dengan kepala desa. Dia mencontohkan, misalnya di desa itu potensinya adalah kawasan wisata maka SMK bisa berperan membuat desain tempat wisata. Bahkan bisa membuatkan laman khusus untuk promosi di dunia maya. Atau juga membuat media sosial sehingga wisata desa tersebut bisa viral.

Selain itu, terang Bakhrun, SMK juga bisa membantu proses administrasinya misalnya dengan membuat aplikasi yang berguna bagi pemerintah desa.Seperti membuat aplikasi surat menyurat dan lain-lain sehingga proses kerja di pemerintah desa juga bisa terbantu dengan adanya tekologi. Untuk kriteria 500 desa yang akan dipilih sebagai pilot project, Bakhrun mengatakan, sampai saat ini belum masuk tahap seleksi. Namun dia mengatakan, salah satu kriteria yang akan dipertimbangkan adalah keinginan kepala desanya untuk mau berkembang. (Baca juga: Ini Wejangan Mas Menteri kepada Ribuan Guru Penggerak )

Koordinasi Penguatan Peran SMK Dalam Pembangunan Pedesaan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program SMK Membangun Desa yang dicanangkan Direktorat SMK. Hadir sebagai pembicara, Gus Marlock ketua Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI), Alva Edy Tontowi dan Ambar Pertiwiningrum dari Universitas Gadjah Mada.

Turut hadir pula Faiz Zawahir Muntaha dan Faisal Bani Kaham dari Pranadipta Consulting. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menguatkan peran SMK dalam membangun desa. Hal ini penting mengingat mayoritas SMK berada di pedesaan. Kawasan pedesaan juga mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan dengan peran SMK di dalamnya.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, urbanisasi di Indonesia masih tinggi. Bank Dunia mencatat urbanisasi di Indonesia hampir 55% dari keseluruhan angkatan kerja. Hal ini membuat para angkatan kerja produktif lebih memilih untuk bekerja di kota dibandingkan dengan membangun desanya. Adanya UU Cipta Kerja bisa berpengaruh positif kepada SMK dengan adanya kemudahan dalam membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di pedesaan.

Dalam kegiatan ini secara simbolik diselenggarakan pula penandatanganan perjanjian kerja sama yang saling mengikat antara SMK Plus YSB Suryalaya dengan Desa Tanjungkerta Tasikmalaya. Penandatanganan perjanjian tersebut merupakan wujud komitmen nyata pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah-wilayah pedesaan yang menjadi basis utama berkembangnya SMK.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Keluarga Mulai Siapkan Kebutuhan Belajar Anak
Abhiseka Manggala Majapahit,...
Abhiseka Manggala Majapahit, Pelepasan Siswa KB-TK Labschool Jakarta Penuh Pesona Budaya
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Rekomendasi
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Berita Terkini
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved