300 Proposal Penelitian Madrasah Masuk Babak Presentasi Myres 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
“Di babak selanjutnya, peserta MYRES harus menyiapkan presentasi proposal dalam bentuk slide. Presentasi akan dilaksanakan secara virtual pada 17 - 20 Oktober 2020, dengan durasi lima menit,” ujar Umar. “Presentasi mencakup latar belakang dan rumusan masalah, teori yang digunakan, serta metodologi penelitian,” lanjutnya. (Baca juga: Indosat Ooredoo dan Kemenag Adakan Madrasah Young Researcher Supercamp 2020 )
Umar menambahkan, bahan presentasi dikirim melalui emai [email protected], paling lambat 16 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB.
Sebelumnya sinergi tiga pihak ditandai penandatanganan kerja sama oleh Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Nurul Taufiqu Rochman, dan Ketua Yayasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Nanoteknologi Indonesia (Nano Center Indonesia) Suryandaru. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Gedung Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, pada Kamis (8/10). Menurut Umar, pengembangan madrasah riset ini merupakan kelanjutan dari program Myres yang sudah berlangsung dari 2018.
Umar menjelaskan, ruang lingkup perjanjian kerja sama tiga pihak ini meliputi peningkatan dan pengembangan program madrasah berbasis riset, peningkatan dan pengembangan inovasi siswa madrasah, serta peningkatan dan pengembangan produk pembelajaran sains bagi siswa madrasah. Dalam lingkup sinergi ini, terdapat juga pengembangan program pendampingan persiapan melanjutkan pendidikan di luar negeri bagi siswa madrasah. (Baca juga: Selain Dana BOP, Kemenag Juga Bantu Pesantren dan Madrasah Terdampak COVID-19 )
Pada tahun pertama, pengembangan madrasah riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang sains. Tim Juri Myres sedang melakukan penilaian proposal Myres 2020 yang sudah masuk. Peserta terpilih akan diberi kesempatan melakukan presentasi proposal dan pendalaman materi. Mereka selanjutnya akan melakukan penelitian dan harus mempresentesikan hasil penelitiannya.“Madrasah asal dari para peserta terbaik ini akan dijadikan sebagai pilot project pendampingan dalam kerja sama ini,” jelas Umar.
Umar menambahkan, bahan presentasi dikirim melalui emai [email protected], paling lambat 16 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB.
Sebelumnya sinergi tiga pihak ditandai penandatanganan kerja sama oleh Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Nurul Taufiqu Rochman, dan Ketua Yayasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Nanoteknologi Indonesia (Nano Center Indonesia) Suryandaru. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Gedung Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, pada Kamis (8/10). Menurut Umar, pengembangan madrasah riset ini merupakan kelanjutan dari program Myres yang sudah berlangsung dari 2018.
Umar menjelaskan, ruang lingkup perjanjian kerja sama tiga pihak ini meliputi peningkatan dan pengembangan program madrasah berbasis riset, peningkatan dan pengembangan inovasi siswa madrasah, serta peningkatan dan pengembangan produk pembelajaran sains bagi siswa madrasah. Dalam lingkup sinergi ini, terdapat juga pengembangan program pendampingan persiapan melanjutkan pendidikan di luar negeri bagi siswa madrasah. (Baca juga: Selain Dana BOP, Kemenag Juga Bantu Pesantren dan Madrasah Terdampak COVID-19 )
Pada tahun pertama, pengembangan madrasah riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang sains. Tim Juri Myres sedang melakukan penilaian proposal Myres 2020 yang sudah masuk. Peserta terpilih akan diberi kesempatan melakukan presentasi proposal dan pendalaman materi. Mereka selanjutnya akan melakukan penelitian dan harus mempresentesikan hasil penelitiannya.“Madrasah asal dari para peserta terbaik ini akan dijadikan sebagai pilot project pendampingan dalam kerja sama ini,” jelas Umar.
(mpw)
Lihat Juga :