Berprestasi, Menristek Raih Penghargaan Internasional dari UIUC
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 15:57 WIB
loading...
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro menerima penghargaan internasional dari UIUC, Amerika Serikat. Foto/Neneng Zubaidah
A
A
A
JAKARTA - Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro menerima penghargaan internasional Madhuri and Jagdish N.Sheth International Alumni Award for Exceptional Achievement 2020 dari University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), Amerika Serikat, yang diumumkan melalui laman resmi UIUC pada Senin (12/10).
“Penghargaan ini hendaknya menjadi pendorong atas lahirnya inovasi-inovasi yang dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan untuk mewujudkan visi Indonesia 2045 menjadi negara berpendapatan tinggi,” kata Bambang melalui keterangan tertulis, Jumat (16/10). (Baca juga: Kembangkan Kecerdasan Buatan, ITS Buka PUI-AIHeS )
Bambang memiliki latar belakang ekonomi dan akademisi yang telah turut andil dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Saat menjabat sebagai Menteri Keuangan RI (2014-2016) dia menginisiasi sejumlah kebijakan penting, salah satunya adalah program pengampunan pajak (tax amnesty). Dalam tiga bulan pertama, program ini dapat menghasilkan pendapatan pajak sebesar Rp137 triliun rupiah.
Saat menjabat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS (2016-2019), Bambang melanjutkan kontribusinya kepada rakyat Indonesia dengan mengeksekusi beberapa kebijakan yang revolusioner, diantaranya adalah program Kebijakan One Data and One-Map untuk meningkatkan efisiensi, akurasi dan keandalan manajemen data nasional.
Dalam pembangunan negara, Menristek juga mendorong peran swasta maupun BUMN untuk mengurangi ketergantungan APBN dan mengusung konsep Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah. Dia juga mendesain konsep ibu kota baru Republik Indonesia, yang dibuat dengan konsep smart, green and sustainable metropolis. (Baca juga: Kampus Merdeka Bekali Mahasiswa untuk Hadapi Tantangan Masa Depan )
“Penghargaan ini hendaknya menjadi pendorong atas lahirnya inovasi-inovasi yang dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan untuk mewujudkan visi Indonesia 2045 menjadi negara berpendapatan tinggi,” kata Bambang melalui keterangan tertulis, Jumat (16/10). (Baca juga: Kembangkan Kecerdasan Buatan, ITS Buka PUI-AIHeS )
Bambang memiliki latar belakang ekonomi dan akademisi yang telah turut andil dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Saat menjabat sebagai Menteri Keuangan RI (2014-2016) dia menginisiasi sejumlah kebijakan penting, salah satunya adalah program pengampunan pajak (tax amnesty). Dalam tiga bulan pertama, program ini dapat menghasilkan pendapatan pajak sebesar Rp137 triliun rupiah.
Saat menjabat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS (2016-2019), Bambang melanjutkan kontribusinya kepada rakyat Indonesia dengan mengeksekusi beberapa kebijakan yang revolusioner, diantaranya adalah program Kebijakan One Data and One-Map untuk meningkatkan efisiensi, akurasi dan keandalan manajemen data nasional.
Dalam pembangunan negara, Menristek juga mendorong peran swasta maupun BUMN untuk mengurangi ketergantungan APBN dan mengusung konsep Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah. Dia juga mendesain konsep ibu kota baru Republik Indonesia, yang dibuat dengan konsep smart, green and sustainable metropolis. (Baca juga: Kampus Merdeka Bekali Mahasiswa untuk Hadapi Tantangan Masa Depan )
Lihat Juga :