Jadi Wisudawan Termuda ITS, Ini Perasaan Dimas Lulus di Usia 19 Tahun
Minggu, 18 Oktober 2020 - 01:20 WIB
loading...
A
A
A
Selama empat tahun masa kuliahnya, Dimas tidak membatasi wadah tempat ia belajar. Masih linear dengan bidang yang ia dalami, Dimas juga aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotika. Di sana ia mengaku mendapat banyak pelatihan terkait Internet of Things (IoT) hingga deep learning. Berbagai pengalamannya itu mengantarkannya meraih juara tiga pada ASEAN MATE Underwater Robot Competition 2017 lalu.
Banyak hal-hal tidak terduga yang dialami mahasiswa yang juga menjadi bagian dari Laboratorium Komputasi dan Multimedia ini. Karena wajahnya yang masih tampak sangat muda, ia sampai dikira masih mahasiswa baru oleh adik tingkatnya saat Dimas sudah berada di tahun ketiga perkuliahannya. “Bahkan sampai foto bersama mengabadikan momen sebagai mahasiswa baru, padahal saya sudah mau lulus,” ucapnya.
Selain kisah unik nan menggelitik, sulung dari dua bersaudara ini juga pernah merasakan kepenatan menjalani hari-hari yang penuh tugas. Baginya, salah satu caranya menaikkan mood kembali adalah dengan melakoni hobinya yang cukup unik. Yakni membaca buku sejarah dunia, biografi tokoh dunia, hingga mengikuti perkembangan militer dunia.
Meski melewati masa kuliah di umur yang terbilang sangat belia ini tidak mudah, Dimas tidak pernah sekalipun merasa putus asa. Motto hidupnya yang berbunyi “Coba aja dulu”, membuat Dimas cekatan serta sigap mengambil keputusan semasa perkuliahannya. Dimas sangat berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang juga senantiasa memberi dukungan kepadanya.
Usai menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan meraih IPK 3,17, Dimas berencana untuk melanjutkan studinya ke jenjang Master (S-2). Cita-citanya sendiri di masa mendatang, ia ingin dapat mengaplikasikan ilmunya dengan bekerja di bidang data analyst atau software engineering.
Banyak hal-hal tidak terduga yang dialami mahasiswa yang juga menjadi bagian dari Laboratorium Komputasi dan Multimedia ini. Karena wajahnya yang masih tampak sangat muda, ia sampai dikira masih mahasiswa baru oleh adik tingkatnya saat Dimas sudah berada di tahun ketiga perkuliahannya. “Bahkan sampai foto bersama mengabadikan momen sebagai mahasiswa baru, padahal saya sudah mau lulus,” ucapnya.
Selain kisah unik nan menggelitik, sulung dari dua bersaudara ini juga pernah merasakan kepenatan menjalani hari-hari yang penuh tugas. Baginya, salah satu caranya menaikkan mood kembali adalah dengan melakoni hobinya yang cukup unik. Yakni membaca buku sejarah dunia, biografi tokoh dunia, hingga mengikuti perkembangan militer dunia.
Meski melewati masa kuliah di umur yang terbilang sangat belia ini tidak mudah, Dimas tidak pernah sekalipun merasa putus asa. Motto hidupnya yang berbunyi “Coba aja dulu”, membuat Dimas cekatan serta sigap mengambil keputusan semasa perkuliahannya. Dimas sangat berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang juga senantiasa memberi dukungan kepadanya.
Usai menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan meraih IPK 3,17, Dimas berencana untuk melanjutkan studinya ke jenjang Master (S-2). Cita-citanya sendiri di masa mendatang, ia ingin dapat mengaplikasikan ilmunya dengan bekerja di bidang data analyst atau software engineering.
(mpw)
Lihat Juga :