Ornamen Header
UI Gelar Wisuda Virtual bagi 7.377 Lulusan D3 hingga S3
UI Gelar Wisuda Virtual bagi 7.377 Lulusan D3 hingga S3
Sebanyak 7.377 wisudawan Universitas Indonesia (UI) menjalani upacara wisuda secara virtual. Foto/Dok/Huma UI
JAKARTA - Sebanyak 7.377 wisudawan Universitas Indonesia (UI) menjalani upacara wisuda secara virtual. Rektor UI Ari Kuncoro memimpin Upacara Wisuda Program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor semester genap tahun akademik 2019/2020 sekaligus menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 pada Sabtu (17/10).

Tanpa mengurangi khidmat upacara wisuda, meskipun para wisudawan menjalankan wisuda virtual di rumah masing-masing, Rektor UI, Para Wakil Rektor UI, Sekretaris Universitas (UI), Kepala Badan Kerja Sama, Ventura dan Digital UI (tujuh orang) hadir di Balairung UI, Kampus Depok untuk menjalankan prosesi upacara wisuda secara langsung, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. (Baca juga:2.592 Mahasiswa Pascasarjana UI Diwisuda secara Virtual)

Jumlah keseluruhan lulusan UI mulai dari jenjang Vokasi hingga Doktoral, tercatat sebanyak 7.377 orang, dan 2.773 di antaranya merupakan lulusan dengan predikat cumlaude. Pada upacara wisuda hari kedua, (17/10), UI melepas 2.592 lulusan dari Program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor. Para lulusan tersebut terdiri atas 33 lulusan program profesi reguler, 46 lulusan program profesi kelas internasional, 303 lulusan program spesialis 1 (Sp-1), 51 lulusan program spesialis 2 (Sp-2), 1.707 lulusan program magister, dan 92 lulusan program doktor.

Pada kesempatan tersebut, Menteri BUMN Erick Thorir menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan UI. Ia berpesan, bagi para wisudawan, jangan jadikan wisuda sebagai akhir dari perjuangan, melainkan ini adalah momen awal untuk menghadapi tantangan besar yang ada di masa depan. “Setelah masa pandemi COVID-19, kita akan berhadapan dengan tantangan ekonomi, teknologi, globalisasi, dan bukan tidak mungkin akan ada pandemi kembali. Sebagai anak muda, kalian merupakan ujung tombak bangsa, jangan pernah berhenti berkontribusi bagi negeri yang kita cintai, jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” katanya, Sabtu (17/10).



Menteri Erick juga menyebutkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan ekosistem yang baik untuk mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, jasa, pariwisata, maritim, pertanian, dan sektor-sektor lainnya. Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat, diantaranya para lulusan UI yang tentu telah siap berkontribusi bagi negeri. “Kami mencari talenta terbaik untuk bergabung kepada kami untuk membuat BUMN kita menjadi terbaik dalam persaingan global,” ujarnya. (Baca juga: Rektor UI: Ini 10 Kompetensi Utama yang Harus Dimiliki Mahasiswa)

Pada pidatonya, Rektor UI Ari mengatakan, untuk menjawab tantangan saat ini maupun pascapandemi nantinya, perguruan tinggi harus bertransformasi dan berkolaborasi. Pandemi ini menjadi momentum UI secara merdeka menjalankan marwah perguruan tinggi yang sesungguhnya. “Proses hulu hingga hilir telah dilalui, mulai dari meneliti di laboratorium hingga menuangkan buah pikiran menjadi sebuah produk inovatif yang dapat diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Diharapkan para wisudawan Program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor juga dapat terjun langsung ke masyarakat untuk memecahkan solusi dari berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul di tengah pandemi dan pascapandemi,” katanya.

Pada program profesi, sebanyak 190 lulusan program profesi reguler dan 33 lulusan program profesi kelas internasional berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Sebanyak delapan lulusan Fakultas Teknik (FTUI) dari program profesi reguler meraih IPK tertinggi yaitu 4,00. Mereka adalah Kgs Mohd. Miftah Salam, Hapit Sugandi, Fidelis Kalmen Gultom, Bambang Niryono, Ali Sunandar, Leonardo, Atma Yudha Prawira, dan Rifqi Putra Fadillah. Sementara, pada program profesi kelas internasional, IPK tertinggi diraih oleh Anshorulloh Abd Fath (Pendidikan Dokter – Fakultas Kedokteran (FKUI)) dengan IPK 3,77.



Berikutnya, sebanyak 69 lulusan program Sp-1 dan 25 lulusan program Sp-2 meraih predikat cumlaude. Sebanyak dua lulusan dari program Sp-1 dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) memperoleh IPK sempurna (4,00) yang diraih oleh Yunita Astriani Hardayati (program studi Spesialis Keperawatan Jiwa) dan Ismail Fahmi (program studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah). Sementara, dari program Sp-2, Sidharta Kusuma Manggala dari program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif – Fakultas Kedokteran (FKUI) berhasil memperoleh IPK tertinggi yaitu IPK 3,95. (Baca juga: Rektor UI Paparkan Kontribusi Riset dan Inovasi UI untuk Perangi COVID-19)
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!