Ribuan Relawan 'Mengajar Dari Rumah' Disebar ke Wilayahnya Masing-masing
Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
"Mengingatkan masyarakat untuk menjalani protokol 3 M. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air. Perilaku sederhana ini dapat menekan penyebaran virus Corona. Semoga adik-adik dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar budaya baru, untuk hidup sehat, saling jaga bisa kita tanamkan," tutur alumnus Harvard University tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, mengapa keterlibatan mahasiswa ini penting karena berdasarkan hasil survey BPS pada 14 sampai 21 Desember lalu terdapat 17 % masyarakat yang merasakan tidak mungkin dan sangat tidak mungkin terpapar COVID-19. Oleh karena itu, jika tidak ada pembenahan ataupun sosialisasi lebih lanjut mengenai perubahan perilaku maka akan semakin banyak yang tidak patuh kepada protokol kesehatan sehingga yang terpapar Corona juga akan semakin banyak.
Doni memaparkan, dari daya yang diperoleh di Wisma Atlet ada 7 % masyarakat yang terpapar Corona itu tidak pernah keluar rumah. Padahal pada awalnya pemerintah mengajak semua orang untuk bekerja dan belajar dari rumah tapi ternyata rumah juga bukan tempat yang aman juga. Sehinggga, katanya, dapat disimpulkan sebenarnya relatif tidak ada lagi tempat yang sangat aman selama pandemi ini berlangsung. Oleh karenanya, ujar Doni, protokol kesehatan itu harus dilakukan sepanjang waktu.
Doni menerangkan, selain protokol 3M yang harus tertib dijalankan dia juga meminta agar semua masyarakat untuk istirahat yang cukup, jangan begadang, olahraga teratur, jangan panik dan hati harus gembira serta makan makanan bergizi. "Jika semua sudah dipenuhi maka kita akan bisa menjadi pihak yang dapat mengurangi proses penularan dan bahkan sampai bisa membantu memutus mata rantai penularan," ucap Doni.
Doni menjelaskan, bahwa sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa COVID-19 ini nyata dan bukan rekayasa. Sebab korban jiwa secara global sampai saat ini telah mencapai 1 juta lebih dan yang terpapar sudah lebih dari 37 juta orang. sementara di Indonesia, jelasnya, yang terpapar sudah mencapai 360.000 dan yang wafat mencapai lebih dari 12.000. Sementara yang sembuh, ujarnya, sudah semakin banyak yakni hampir mencapai 275.000 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, mengapa keterlibatan mahasiswa ini penting karena berdasarkan hasil survey BPS pada 14 sampai 21 Desember lalu terdapat 17 % masyarakat yang merasakan tidak mungkin dan sangat tidak mungkin terpapar COVID-19. Oleh karena itu, jika tidak ada pembenahan ataupun sosialisasi lebih lanjut mengenai perubahan perilaku maka akan semakin banyak yang tidak patuh kepada protokol kesehatan sehingga yang terpapar Corona juga akan semakin banyak.
Doni memaparkan, dari daya yang diperoleh di Wisma Atlet ada 7 % masyarakat yang terpapar Corona itu tidak pernah keluar rumah. Padahal pada awalnya pemerintah mengajak semua orang untuk bekerja dan belajar dari rumah tapi ternyata rumah juga bukan tempat yang aman juga. Sehinggga, katanya, dapat disimpulkan sebenarnya relatif tidak ada lagi tempat yang sangat aman selama pandemi ini berlangsung. Oleh karenanya, ujar Doni, protokol kesehatan itu harus dilakukan sepanjang waktu.
Doni menerangkan, selain protokol 3M yang harus tertib dijalankan dia juga meminta agar semua masyarakat untuk istirahat yang cukup, jangan begadang, olahraga teratur, jangan panik dan hati harus gembira serta makan makanan bergizi. "Jika semua sudah dipenuhi maka kita akan bisa menjadi pihak yang dapat mengurangi proses penularan dan bahkan sampai bisa membantu memutus mata rantai penularan," ucap Doni.
Doni menjelaskan, bahwa sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa COVID-19 ini nyata dan bukan rekayasa. Sebab korban jiwa secara global sampai saat ini telah mencapai 1 juta lebih dan yang terpapar sudah lebih dari 37 juta orang. sementara di Indonesia, jelasnya, yang terpapar sudah mencapai 360.000 dan yang wafat mencapai lebih dari 12.000. Sementara yang sembuh, ujarnya, sudah semakin banyak yakni hampir mencapai 275.000 orang.
(mpw)
Lihat Juga :