Kejar Ketertinggalan, Menko PMK: Pembangunan Kepemudaan Perlu Diperkuat
Senin, 26 Oktober 2020 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Mendikbud ini menerangkan, capaian IPP pada 2019 Indonesia berada di skor 51,50. Sementara laporan Youth Development Index Asean, Indonesia berada di rangking ketujuh dengan skor 53,3. Sedangkan dalam laporan Global Youth Development Index tahun 2016 Indonesia masih di peringkat 138 dari 183 negara dengan nilai 52,7.
Muhadjir berharap, laporan capaian IPP dan 13 prioritas SDGs bisa disampaikan secara periodik dan tepat waktu. Hal ini penting, katanya, sebab capaian ini bisa dijadikan bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Baik di tingkat kementerian, lembaga ataupun organisasi perangkat daerah yang berurusan dengan masalah kepemudaan.
Muhadjir menyampaikan, Kemenko PMK juga akan terus melakukan tugas pokok dan fungsinya untuk penyelenggaraan pemerintahan dibidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Termasuk isu dibidang kepemudaan. "Sehingga layanan kepemudaan dapat bersinergi, tidak tumpang tindih serta memanfaatkan semua potensi yang ada sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat dan tepat sasaran," jelasnya. (Baca juga: Bantuan Kuota Internet Tersendat, Perhimpunan Guru: Kemendikbud Tak Serius )
Dia menuturkan, keberhasilan pembangunan pemuda menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memanfaatkan bonus demografi yang sedang dan akan dialami bangsa Indonesia. Tidak semua negara dianugerahi bonus demografi, katanya, namun hal ini harus terjadi di Indonesia jika ingin Indonesia menjadi negara besar dan bangsa yang maju.
Muhadjir berharap, laporan capaian IPP dan 13 prioritas SDGs bisa disampaikan secara periodik dan tepat waktu. Hal ini penting, katanya, sebab capaian ini bisa dijadikan bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Baik di tingkat kementerian, lembaga ataupun organisasi perangkat daerah yang berurusan dengan masalah kepemudaan.
Muhadjir menyampaikan, Kemenko PMK juga akan terus melakukan tugas pokok dan fungsinya untuk penyelenggaraan pemerintahan dibidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Termasuk isu dibidang kepemudaan. "Sehingga layanan kepemudaan dapat bersinergi, tidak tumpang tindih serta memanfaatkan semua potensi yang ada sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat dan tepat sasaran," jelasnya. (Baca juga: Bantuan Kuota Internet Tersendat, Perhimpunan Guru: Kemendikbud Tak Serius )
Dia menuturkan, keberhasilan pembangunan pemuda menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memanfaatkan bonus demografi yang sedang dan akan dialami bangsa Indonesia. Tidak semua negara dianugerahi bonus demografi, katanya, namun hal ini harus terjadi di Indonesia jika ingin Indonesia menjadi negara besar dan bangsa yang maju.
(mpw)
Lihat Juga :