PJJ Telan Korban Lagi, KPAI: Remaja yang Depresi Berisiko Tinggi Bunuh Diri
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Orang tua korban menyatakan anaknya bukan malas mengerjakan tugas, tetapi karena tidak paham. Di sisi lain, orang tua tidak bisa membantu. (Baca juga: Tingkatkan Mutu Pengabdian, UIN Bandung Latih 110 Dosen )
“Ibu korban sempat berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait beratnya tugas sehingga anaknya mengalami kesulitan. Namun, pihak sekolah hanya memberikan keringan waktu pengumpulan, tidak membantu kesulitan belajar yang dialami ananda,” tutur mantan Kepala SMAN 3 Jakarta mengutip keterangan ibu almarhum, Jumat (30/10/2020).
Orang tua korban menduga surat dari sekolah yang diterima sehari sebelum almarhum memutuskan mengakhiri hidupnya merupakan pemicunya. Pasalnya, dalam surat itu ada “tekanan” jika tugas-tugas tersebut tidak dikumpulkan, almarhum tidak bisa mengikuti ujian semester ganjil.
Retno mengatakan barangkali tujuan pihak sekolah hanya sekedar mengingatkan dan memberikan dorongan agar para siswa menyelesaikan tugas yang menumpuk. “Namun, bagi remaja yang mengalami masalah mental, kecemasan, stress atau malah depresi, selama masa pandemik karena ketidakmampuan mengerjakan tugas-tugas PJJ, memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan pikiran tentang bunuh diri,” pungkasnya.
“Ibu korban sempat berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait beratnya tugas sehingga anaknya mengalami kesulitan. Namun, pihak sekolah hanya memberikan keringan waktu pengumpulan, tidak membantu kesulitan belajar yang dialami ananda,” tutur mantan Kepala SMAN 3 Jakarta mengutip keterangan ibu almarhum, Jumat (30/10/2020).
Orang tua korban menduga surat dari sekolah yang diterima sehari sebelum almarhum memutuskan mengakhiri hidupnya merupakan pemicunya. Pasalnya, dalam surat itu ada “tekanan” jika tugas-tugas tersebut tidak dikumpulkan, almarhum tidak bisa mengikuti ujian semester ganjil.
Retno mengatakan barangkali tujuan pihak sekolah hanya sekedar mengingatkan dan memberikan dorongan agar para siswa menyelesaikan tugas yang menumpuk. “Namun, bagi remaja yang mengalami masalah mental, kecemasan, stress atau malah depresi, selama masa pandemik karena ketidakmampuan mengerjakan tugas-tugas PJJ, memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan pikiran tentang bunuh diri,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :