Tingkatkan Mutu Pengabdian, UIN Bandung Latih 110 Dosen
Kamis, 29 Oktober 2020 - 06:50 WIB
loading...
LP2M UIN Bandung melatih 110 dosen dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Foto/Dok/Humas UIN
A
A
A
BANDUNG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melatih 110 dosen dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UIN Badung Mahmud mengatakan dalam menghadapi situasi seperti ini, dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung harus tampil memberikan solusi dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Untuk urusan Covid-19 tentunya harus menggunakan dua pendekatan. (Baca juga: Juarai Asia Pasifik, ITB Melaju ke Final Huawei ICT Competition Tingkat Dunia )
Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.
"Oleh karenanya, kehadiran mata kuliah metodologi pengabdian sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi karena selama ini baru ada mata kuliah metodologi penelitian. Padahal antara penelitian dan pengabdian itu tidak bisa dipisahkan. Ikhtiar pengabdian itu harus dilakukan di masyarakat dalam rangka memberikan solusi dan manfaat, terutama dua pendekatan (lahir, batin, intelektual, spiritual) dalam mengenai Covid- 19," jelasnya.
Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dirjen Pendis Kementerian Agama Suwendi mengatakan, UIN Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang aktif di bidang penelitian, pengabdian. (Baca juga: Tim ITS Sukses Tempati Juara Umum III Satria Data 2020 )
Rektor UIN Badung Mahmud mengatakan dalam menghadapi situasi seperti ini, dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung harus tampil memberikan solusi dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Untuk urusan Covid-19 tentunya harus menggunakan dua pendekatan. (Baca juga: Juarai Asia Pasifik, ITB Melaju ke Final Huawei ICT Competition Tingkat Dunia )
Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.
"Oleh karenanya, kehadiran mata kuliah metodologi pengabdian sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi karena selama ini baru ada mata kuliah metodologi penelitian. Padahal antara penelitian dan pengabdian itu tidak bisa dipisahkan. Ikhtiar pengabdian itu harus dilakukan di masyarakat dalam rangka memberikan solusi dan manfaat, terutama dua pendekatan (lahir, batin, intelektual, spiritual) dalam mengenai Covid- 19," jelasnya.
Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dirjen Pendis Kementerian Agama Suwendi mengatakan, UIN Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang aktif di bidang penelitian, pengabdian. (Baca juga: Tim ITS Sukses Tempati Juara Umum III Satria Data 2020 )
Lihat Juga :