Rancang Strategi Pelayaran, ITS Raih Juara II Ajang Databooks Competition 2020
Rabu, 04 November 2020 - 11:59 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian untuk strategi jangka panjang, Wahyu memaparkan sebanyak tiga poin utama. Diawali dengan membuka pasar baru, melakukan efektivitas penggunaan armada, hingga mengganti terms pembiayaan dari Free on Board (FOB) menjadi Cost, Insurance & Freight (CIF). “Dengan CIF, tidak hanya penyerahan barang di atas kapal, namun ongkos angkut dan premi asuransi sudah dibayar sampai ke pelabuhan tujuan,” tuturnya.
Dengan perubahan menjadi CIF, Wahyu menganalisis bahwa total biaya akan menjadi lebih sedikit dibanding dengan FOB. Meski begitu, tetap diperlukannya strategi lain yakni membidik pasar untuk komoditas yang dapat dibawa oleh kapal sebagai muatan balik ke Indonesia agar penurunan biaya dapat lebih maksimal. “Semua strategi jangka panjang ini dapat dilakukan oleh pelaku usaha yang dapat digunakan untuk mendongkrak lagi pendapatannya pascapandemi,” ungkapnya.
Melalui artikel yang telah mengantarkan Wahyu menjadi juara II dalam ajang Databooks Competition 2020 pada 25 September lalu ini, ia berharap dapat mengedukasi masyarakat akan besarnya potensi batubara sebagai kunci utama listrik di Indonesia maupun dunia. (Baca juga: Anggaran Kemendikbud untuk Perguruan Tinggi akan Naik 70% Tahun Depan )
Pun menjadi pertimbangan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama bangkit dari belenggu pandemi ini. “Target dari artikel ini adalah para pengambil kebijakan yakni pemerintah, perbankan, dan terutama industri pelayaran batubara,” tandasnya.
Dengan perubahan menjadi CIF, Wahyu menganalisis bahwa total biaya akan menjadi lebih sedikit dibanding dengan FOB. Meski begitu, tetap diperlukannya strategi lain yakni membidik pasar untuk komoditas yang dapat dibawa oleh kapal sebagai muatan balik ke Indonesia agar penurunan biaya dapat lebih maksimal. “Semua strategi jangka panjang ini dapat dilakukan oleh pelaku usaha yang dapat digunakan untuk mendongkrak lagi pendapatannya pascapandemi,” ungkapnya.
Melalui artikel yang telah mengantarkan Wahyu menjadi juara II dalam ajang Databooks Competition 2020 pada 25 September lalu ini, ia berharap dapat mengedukasi masyarakat akan besarnya potensi batubara sebagai kunci utama listrik di Indonesia maupun dunia. (Baca juga: Anggaran Kemendikbud untuk Perguruan Tinggi akan Naik 70% Tahun Depan )
Pun menjadi pertimbangan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama bangkit dari belenggu pandemi ini. “Target dari artikel ini adalah para pengambil kebijakan yakni pemerintah, perbankan, dan terutama industri pelayaran batubara,” tandasnya.
(mpw)
Lihat Juga :