Rancang Permainan Edukasi Lalu Lintas, 3 Mahasiswa ITS Raih Medali Emas
Jum'at, 06 November 2020 - 00:10 WIB
loading...
A
A
A
“Mekanik drag-n-drop card yang diterapkan ini dibuat agar tidak hanya mengajari mengenai edukasi etika berlalu lintas, namun juga mengajari cara menyusun strategi dan rute paling efektif untuk sampai ke tujuan,” ungkapnya.
Mahasiswi asal Kota Malang ini juga menjelaskan bahwa My Driving Academy buatan timnya memiliki beberapa rintangan yang seringkali ditemui di jalanan seperti halnya pada dunia nyata. Mulai dari roadwork atau perbaikan jalan, terdapat kendaraan lain, serta lampu lalu lintas dan orang yang menyebrang.
Lebih lanjut mengenai My Driving Academy, game ini juga dilengkapi beberapa fitur. Antara lain fitur health atau nyawa pemain yang menunjukkan sisa berapa lama pemain bisa memainkan game ini, fitur bensin yang menjadi batasan pergerakan pemain, dan juga terdapat fitur sabuk pengaman dalam bentuk toggle yang fungsinya untuk meningkatkan kesadaran pemain akan pentingnya memakai sabuk pengaman.
My Driving Academy ini juga memiliki scoring system, di mana terdapat tiga bintang yang bisa didapatkan oleh pemain. Masing-masing memiliki indikator tersendiri, yakni bintang pertama didapat apabila pemain mematuhi peraturan lalu lintas, bintang kedua didapat apabila pemain mengemudi dengan aman, dan bintang ketiga bisa didapat apabila pemain menghemat bensin.
Untuk pembagian kerja, Tim Sinpsher membagi sesuai keahlian masing-masing. Tari bertugas sebagai artis, membuat aset-aset di game, dan juga beberapa tampilan visual desain sebuah sistem (UI). Untuk Erlinda dan Anggun sendiri bertugas sebagai programmer. Lebih tepatnya, Erlinda membuat mechanic card-nya, serta tutorial, sedang Anggun membuat program pergerakan mobil dan rintangan-rintangan yang ada. “Pengerjaannya ini kami lakukan dari bulan Agustus hingga September serta terdapat penambahan-penambahan pada Oktober lalu,” terangnya.
Mahasiswi asal Kota Malang ini juga menjelaskan bahwa My Driving Academy buatan timnya memiliki beberapa rintangan yang seringkali ditemui di jalanan seperti halnya pada dunia nyata. Mulai dari roadwork atau perbaikan jalan, terdapat kendaraan lain, serta lampu lalu lintas dan orang yang menyebrang.
Lebih lanjut mengenai My Driving Academy, game ini juga dilengkapi beberapa fitur. Antara lain fitur health atau nyawa pemain yang menunjukkan sisa berapa lama pemain bisa memainkan game ini, fitur bensin yang menjadi batasan pergerakan pemain, dan juga terdapat fitur sabuk pengaman dalam bentuk toggle yang fungsinya untuk meningkatkan kesadaran pemain akan pentingnya memakai sabuk pengaman.
My Driving Academy ini juga memiliki scoring system, di mana terdapat tiga bintang yang bisa didapatkan oleh pemain. Masing-masing memiliki indikator tersendiri, yakni bintang pertama didapat apabila pemain mematuhi peraturan lalu lintas, bintang kedua didapat apabila pemain mengemudi dengan aman, dan bintang ketiga bisa didapat apabila pemain menghemat bensin.
Untuk pembagian kerja, Tim Sinpsher membagi sesuai keahlian masing-masing. Tari bertugas sebagai artis, membuat aset-aset di game, dan juga beberapa tampilan visual desain sebuah sistem (UI). Untuk Erlinda dan Anggun sendiri bertugas sebagai programmer. Lebih tepatnya, Erlinda membuat mechanic card-nya, serta tutorial, sedang Anggun membuat program pergerakan mobil dan rintangan-rintangan yang ada. “Pengerjaannya ini kami lakukan dari bulan Agustus hingga September serta terdapat penambahan-penambahan pada Oktober lalu,” terangnya.
Lihat Juga :