ITS Kenalkan Guru SMK se-Jatim pada Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Senin, 09 November 2020 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk menambah antusias mereka, video praktikum terbaik dan video dengan jumlah like terbanyak juga mendapatkan apresiasi tersendiri dari DTKI ITS,” katanya melalui siaran pers, Senin (9/11).
Saidah menceritakan, pelatihan ini adalah untuk menghubungkan antara ilmu di DTKI dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru SMK terkait dengan jurusan yang berkaitan dengan teknik kimia. Seperti jurusan kimia industri, analisis pengujian laboratorium, kimia analisis, dan kimia teknologi rekayasa.
Materi yang diberikan pun memberikan pengalaman baru bagi guru-guru SMK mengenai teori maupun praktik dasar terkait pengolahan limbah cair. Menurut Saidah, masih ada beberapa guru yang memiliki latar belakang perkuliahan dari pendidikan keguruan. “Sehingga kompetensi dalam bidang teknik kimia masih belum semuanya menguasai,” ungkapnya.
Peningkatan kompetensi guru ini juga akan berdampak positif terhadap siswa yang diajarkan nanti. Seluruh materi yang telah diberikan dapat langsung diterapkan kepada siswanya yang dapat menjadi tenaga kerja profesional di dunia usaha dan industri ke depannya.
Melihat antusiasme guru SMK yang cukup besar, Saidah berharap jika pelaksanaan pelatihan ini bisa berkelanjutan setiap tahunnya. “Mereka juga diminta untuk memberikan feedback dan pilihan topik yang mereka inginkan untuk pelatihan pada tahun berikutnya,” pungkasnya.
Saidah menceritakan, pelatihan ini adalah untuk menghubungkan antara ilmu di DTKI dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru SMK terkait dengan jurusan yang berkaitan dengan teknik kimia. Seperti jurusan kimia industri, analisis pengujian laboratorium, kimia analisis, dan kimia teknologi rekayasa.
Materi yang diberikan pun memberikan pengalaman baru bagi guru-guru SMK mengenai teori maupun praktik dasar terkait pengolahan limbah cair. Menurut Saidah, masih ada beberapa guru yang memiliki latar belakang perkuliahan dari pendidikan keguruan. “Sehingga kompetensi dalam bidang teknik kimia masih belum semuanya menguasai,” ungkapnya.
Peningkatan kompetensi guru ini juga akan berdampak positif terhadap siswa yang diajarkan nanti. Seluruh materi yang telah diberikan dapat langsung diterapkan kepada siswanya yang dapat menjadi tenaga kerja profesional di dunia usaha dan industri ke depannya.
Melihat antusiasme guru SMK yang cukup besar, Saidah berharap jika pelaksanaan pelatihan ini bisa berkelanjutan setiap tahunnya. “Mereka juga diminta untuk memberikan feedback dan pilihan topik yang mereka inginkan untuk pelatihan pada tahun berikutnya,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :