ITS Buat Pakan Ternak dari Fermentasi Limbah Pertanian
Jum'at, 13 November 2020 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
Zulle menjelaskan, untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pakan alternatif sebagai pengganti tumbuhan hijau. Pemanfaatan limbah pertanian dengan menggunakan bioteknologi dinilai cocok untuk diterapkan. Berdasarkan hal tersebut, Zulle dan tim sepakat menggunakan limbah jerami padi dan tebon jagung, karena jumlahnya yang melimpah di desa tersebut. (Baca juga: Vokasi UI Beri Pelatihan Wirausaha Mandiri Digital Art untuk Anak dan Remaja )
Doktor lulusan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini menjelaskan, abmas timnya diawali dengan survei ke desa binaan untuk pencarian data primer dan sekunder. Selanjutnya mereka membuat mesin giling yang berfungsi untuk mengecilkan ukuran jerami padi dan tebon jagung.
Mesin giling ini kemudian disumbangkan ke Kelompok Masyarakat (Pokmas) MSA Mandiri di desa tersebut. "Lalu dilanjutkan dengan pembuatan biakan mikroba, pembuatan modul, dan pembuatan pakan ternak," katanya.
Zulle mengatakan bahwa secara umum pembuatan pakan ternak dimulai dengan mengecilkan ukuran jerami padi dan tebon jagung menggunakan mesin giling. Selanjutnya, bahan-bahan ini diaduk merata dan ditambahkan dengan campuran mikroba, tetes, garam dan air. Adonan tersebut dibuat dengan kadar air 30 sampai 40 persen. “Setelah itu, adonan difermentasi selama satu minggu,” ujarnya.
Setelah pakan ternak berhasil dibuat, Zulle bersama tim melakukan uji coba ke ternak sapi dan mengukur kenaikan bobot sapi perhari untuk melihat hasilnya. Abmas dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian kepada warga sekitar. "Tak lupa kami juga melakukan pelatihan kepada mereka," sambungnya.
Doktor lulusan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini menjelaskan, abmas timnya diawali dengan survei ke desa binaan untuk pencarian data primer dan sekunder. Selanjutnya mereka membuat mesin giling yang berfungsi untuk mengecilkan ukuran jerami padi dan tebon jagung.
Mesin giling ini kemudian disumbangkan ke Kelompok Masyarakat (Pokmas) MSA Mandiri di desa tersebut. "Lalu dilanjutkan dengan pembuatan biakan mikroba, pembuatan modul, dan pembuatan pakan ternak," katanya.
Zulle mengatakan bahwa secara umum pembuatan pakan ternak dimulai dengan mengecilkan ukuran jerami padi dan tebon jagung menggunakan mesin giling. Selanjutnya, bahan-bahan ini diaduk merata dan ditambahkan dengan campuran mikroba, tetes, garam dan air. Adonan tersebut dibuat dengan kadar air 30 sampai 40 persen. “Setelah itu, adonan difermentasi selama satu minggu,” ujarnya.
Setelah pakan ternak berhasil dibuat, Zulle bersama tim melakukan uji coba ke ternak sapi dan mengukur kenaikan bobot sapi perhari untuk melihat hasilnya. Abmas dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian kepada warga sekitar. "Tak lupa kami juga melakukan pelatihan kepada mereka," sambungnya.
(mpw)
Lihat Juga :