Kemenag Bangun Laboratorium Keagamaan dan Sapa Para Guru Madrasah di Daerah 3T
Minggu, 15 November 2020 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana diketahui, wilayah Papua memiliki banyak pulau, dengan daerah yang masih sulit diakses. Selama tiga hari di Papua, Dirjen Pendis menyapa secara langsung para guru yang berada di bagian Timur Indonesia untuk dilatih kapasitas mereka. Dalam sambutannya, Dhani merasa bangga bertemu dengan para pejuang yang terus melakukan proses pembelajaran di tengah segala keterbatasannya.
“Menyapa anak bangsa di wilayah yang hanya guru yang luar biasa mampu menyapanya. Dan saya senang ketemu bapak dan ibu yang telah melakukan proses pembelajaran,” kata Dhani dihadapan para Guru Madrasah yang berada di daerah 3T.
Selain itu, dalam pesannya, bahwa saat ini merupakan era pengetahuan, banyak hal yang harus di update oleh para guru. Sebab, lanjut Dhani, bahwa eksistensi seorang guru ialah tergantung pada kemampuan untuk mengupdate ilmu yang berkembang saat ini.
“Dahulu, Pluto adalah sebuah Planet, namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan, maka Pluto di hilangkan, Ia sekarang menjadi sebuah satelit,” Ujar Dhani mencontohkan.
Maka, lanjut Doktor lulusan ITB Bandung ini, bahwa jika ilmu pengetahuan tidak di update, maka sejatinya kematian hakiki dari provesi seorang guru telah menjadi nyata. Sebab, Dhani menjelaskan bahwa hanya orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, “Namun, orang yang terus belajar yang akan menjadi pemiik masa depan,” tukas Dhani menyemangati para guru madarasah.
Sebagaimana diketahui, para guru di bawah binaan Kemenag ini juga diberikan keterampilan bagaimana belajar yang menyenangkan ditengah serba terbatas. Selain itu, para guru yang tersebar di wilayah Papua Barat ini juga dibekali keterampilan untuk bisa membuat konten pembelajaran melalui gadget atau handphone secara mudah, sehingga para guru diharapkan mampu berkreasi secara cepat dan mampu mengembangkannya.
“Menyapa anak bangsa di wilayah yang hanya guru yang luar biasa mampu menyapanya. Dan saya senang ketemu bapak dan ibu yang telah melakukan proses pembelajaran,” kata Dhani dihadapan para Guru Madrasah yang berada di daerah 3T.
Selain itu, dalam pesannya, bahwa saat ini merupakan era pengetahuan, banyak hal yang harus di update oleh para guru. Sebab, lanjut Dhani, bahwa eksistensi seorang guru ialah tergantung pada kemampuan untuk mengupdate ilmu yang berkembang saat ini.
“Dahulu, Pluto adalah sebuah Planet, namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan, maka Pluto di hilangkan, Ia sekarang menjadi sebuah satelit,” Ujar Dhani mencontohkan.
Maka, lanjut Doktor lulusan ITB Bandung ini, bahwa jika ilmu pengetahuan tidak di update, maka sejatinya kematian hakiki dari provesi seorang guru telah menjadi nyata. Sebab, Dhani menjelaskan bahwa hanya orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, “Namun, orang yang terus belajar yang akan menjadi pemiik masa depan,” tukas Dhani menyemangati para guru madarasah.
Sebagaimana diketahui, para guru di bawah binaan Kemenag ini juga diberikan keterampilan bagaimana belajar yang menyenangkan ditengah serba terbatas. Selain itu, para guru yang tersebar di wilayah Papua Barat ini juga dibekali keterampilan untuk bisa membuat konten pembelajaran melalui gadget atau handphone secara mudah, sehingga para guru diharapkan mampu berkreasi secara cepat dan mampu mengembangkannya.
(mpw)
Lihat Juga :