Ornamen Header
Akibat Pandemi Covid-19, Darurat Pendidikan Makin Parah
Akibat Pandemi Covid-19, Darurat Pendidikan Makin Parah
Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda saat menyerahkan bantuan pendidikan kepada salah satu perwakilan sekolah di Karawang, Sabtu (21/11). Foto/Ist
BANDUNG - Komisi X DPR menyerahkan bantuan pendidikan untuk 30.150 siswa yang tersebar di 388 sekolah yang meliputi 280 SD, 59 SMP, 13 SMA, dan 36 SMK di Kabupaten Karawang.

Bantuan diserahkan langsung Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda kepada perwakilan sekolah di Hotel Residen Karawang, Sabtu (21/11). Kegiatan digelar dengan protokol kesehatan ketat untuk menekan potensi penularan COVID-19. (Baca juga: Mendikbud: Vokasi Harus Bisa Menjadi Solusi)

Penyerahan bantuan juga disaksikan Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati, Direktur Sekolah Dasar Dirjend Dikdasmen Kemendikbud Sri Wahyuningsih, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Supandi, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang Asep Junaedi, dan Rektor Unsika Prof Sri Mulyani.

Selain bantuan pendidikan, Huda juga menyerahkan bantuan untuk renovasi kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SMP, SMA, Program Center of Excellent (pusat unggulan) untuk SMK, alat kesenian untuk SMK, dan bantuan fasilitas teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) untuk SD di Karawang.



Dalam kesempatan itu, Syaiful Huda menyoroti persoalan kondisi darurat pendidikan akibat pandemi COVID-19 yang dialami negeri ini dalam 10 bulan terakhir. Menurutnya, sejak empat bulan terakhir, darurat pendidikan semakin terasa. (Baca juga: Dimulai 2021, Mendikbud Beberkan Pertimbangan Izin Belajar Tatap Muka)

"Darurat pendidikan ini, terutama sangat terasa mungkin sekitar empat bulan terakhir ini," ujar Huda.

Menurut dia, darurat pendidikan yang semakin parah itu mengakibatkan kuantitas dan kualitas pendidikan yang juga terus menurun. Dampak tersebut dirasakan para tenaga pendidik dan kependidikan, orang tua siswa, termasuk siswa sendiri.



"Sekarang banyak anak yang tidak disekolahkan oleh orang tuanya, baik ke PAUD maupun ke SD, umumnya karena kondisi ekonomi," ungkap Huda.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!