Ornamen Header
Kejar Usulan Formasi dari Daerah, Kemendikbud akan Intensifkan Sosialisasi
Kejar Usulan Formasi dari Daerah, Kemendikbud akan Intensifkan Sosialisasi
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril. Foto/Dok/Humas Kemendikbud
JAKARTA - Pemerintah menargetkan seleksi 1 juta guru PPPK tahun depan. Namun usulan formasi dari daerah saat ini masih minim. Kemendikbud pun akan mengintensifkan sosialisasi ke daerah.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan, sosialisasi dengan pemerintah daeraha akan terus dilakukan. Bahkan, katanya, dalam beberapa minggu ke depan terutama sebelum tenggat waktu penyampaian formasi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ke pemerintah pusat. (Baca juga: Kemenpan-RB Rekrut 1 Juta PPPK Guru, Ini Jumlah Usulan Kebutuhan Sudah Masuk )

Sebelumnya diberitakan, Kemenpan dan RB mencatat sampai saat ini usulan kebutuhan dari daerah baru mencapai 174.077 formasi guru PPPK yang telah diusulkan dari 32 provinsi, 370 kabupaten dan 89 kota. "Kita akan memberikan dorongan kepada pemda untuk mengajukan formasi sesuai dengan kebutuhannya," katanya pada Bincang Pendidikan tentang Seleksi Guru PPPK 2021 secara virtual, Kamis (26/11).

Alumnus Columbia University ini menjelaskan, jadwal sosialisasi ini akan dilakukan sampai pertengahan Desember ke sejumlah daerah tujuan. Sosialiasi ini, katanya, juga dilakukan untuk membantu pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan kebutuhan dan juga jika mereka membutuhkan jawaban akan hal-hal teknis yang tidak dimengerti.



Iwan menuturkan, seleksi guru PPPK ini sangat dibutuhkan untuk menjawab masalah supply and demand guru. "Sehingga kalau ini bisa terwujudkan target 1 juta formasi tersebut ini akan membantu kedepannya. Perencananan guru kita akan semakin lebih baik dan rapi. Sekolah yang kekurangan guru dan sebagainya hal seperti itu akan bisa kita atasi," ujarnya. (Baca juga: Wah Pendaftar PPPK Guru Bisa Ikut Tiga Kali Seleksi Tahun Depan )

Mantan dekan fakultas ilmu pendidikan Universitas Sampoerna ini menuturkan, seleksi massal guru PPPK yang akan dilakukan tahun depan ini juga untuk membenahi tata kelola guru. Hal ini merupakan sebuah koordinasi besar antara pemerintah pusat dan daerah, katanya, supaya bisa menjawab masalah kekurangan guru dan kualitas guru di seluruh Indonesia bisa meningkat.

"Ini komitmen untuk memperjuangkan guru-guru honorer supaya mendapat hasil yang lebih baik, kesejahteraan yang layak sehingga dapat melayani anak-anak dengan kualitas yang semakin baik pula," terangnya.



Sebelumnya diberitakan, pemerintah akan melakukan seleksi massal guru PPPK tahun depan dengan target rekrutmen mencapai 1 juta guru. Saat ini Kemenpan RB masih membuka pengajuan usulan formasi guru PPPK dari daerah sampai 31 Desember melalui e-formasi.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!