Napak Tilas Sejarah Bung Karno Merenungkan Pancasila di Pengasingan Ende

Senin, 30 November 2020 - 12:05 WIB
loading...
A A A
“Kalau ada orang cerita, pancasila datang tidak dari langit, iya. Prosesnya apa secara metodologis, ini adalah mendialogkan antara yang Qauliyah dan Kauniyah, mendialogkan antara yang modern dengan yang tradisional, antara yang rasional dan spiritual. Inilah proses menuju bangunan pancasila itu,” jelasnya.

Makanya, lanjut dia, ketika ada orang modern tiba-tiba datang dan ingin mengganti sistem ketatanegaraan Indonesia yang murni modern, maka tidak akan konektif dengan pancasila. Demikian juga dengan kaum agamawan yang datang dan ingin menerapkan sistem syariah, khilafah, dan sebagainya. Karena tidak mendialektikan seperti yang dilakukan Bung Karno, pasti akan mengalami problem.

Dialektika-dialektika itu merupakan resources atau sumber daya yang sudah dikembangkan, dieksplorasi, dan ditanamkan oleh Bung karno sekian tahun dan menemukan sintesanya ketika Bung Karno diasingkan di Ende, jauh dari teman-teman seperjuangan dan saat kesepian di pengasingan. Al Zastrouw mengistilahkan itu sebagai kawah Candradimuka dalam rangka mengkontruksi dan mengkonseptualisasikan pancasila pada saat-saat sepi, menyendiri, dan saat dia berdialog dengan hatinya.

“Saya kira, di Ende ini adalah “Goa Hiranya” Bung Karno. Kalau Nabi Muhammad melakukan pengembaraan jadi pedagang, pengembaraan, itu adalah proses dialektikanya beliau dalam membaca ayat Kauniyah, belum dapat ayat Qauliyah saat itu. Sementara Bung Karno sudah mendapatkan dua-duanya. Bung Karno mendapatkan keduanya saat di Ende ini. Sementara, Nabi Muhammad SAW baru mendapatkan ayat Qauliyahnya atau wahyu pertamanya setelah menjalani kontemplasi di Gua Hira. Ende inilah Gua Hira-nya pancasila, kalau boleh saya analogikan,” ucapnya.

Sementara, Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila (PSPP) Syaiful Arif menyebut, Ende adalah kota rahimnya Pancasila. Ende menjadi rahim Pancasila, bukan karena 5 sila itu ditemukan di Ende, tapi di Ende lah Bung Karno Muda mampu meramu 5 sila yang telah beliau susun satu per satu sejak 1918.

Kenapa angka 1918 disebut, lanjut dia, karena di pidato beliaulah angka itu yang disebut, yakni pada pidato 1 Juni. “Soekarno kan di akhir paragraf pidato menyatakan, meskipun kita persiapan kemerdekaan hanya dalam hitungan bulan, yakni Mei sampai Agustus, tetapi sebenarnya, dasar dari negara itu sudah saya siapkan jauh-jauh hari dari 1918,” kata Syaiful Arif menirukan ucapan Bung Karno.

Ini juga dilakukan oleh para calon pemimpin bangsa lain, seperti Adolf Hitler dari Jerman, Vladimir Lenin dari Rusia, Sun Yat Sen dari China, dan sejumlah tokoh besar lainnya. Para pendiri bangsa itu sudah menyusun, membangun dasar-dasar negaranya jauh-jauh hari sebelum pendirian negara itu dilakukan dalam hitungan hari atau bulan.

“Makanya, ketika ada sejarawan mengatakan bahwa seluruh rangkaian sidang BPUPK, terutama sidang BPUPK yang pertama yang memiliki agenda utama perumusan dasar negara, itu merupakan by desain Soekarno, itu masuk akal juga. Pernyataan ini konon katanya ada sumber datanya,” kata mantan Tenaga Ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut.

Kenyataanya, Soekarno menempatkan diri sebagai pembicara terakhir pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni. Pada Pemilihan ketua BPUPK itu, juga atas usulan Bung Karno. Jadi, beliau tidak secara khusus mengajukan diri sebagai ketua sidang, karena beliau ingin bicara secara khusus tentang wahyu yang ditemukan di Rumah Pengasingan Ende.

Faktanya, Ide Bung Karno menjadi satu-satunya yang diterima secara aklamasi oleh peserta sidang BPUPK. Pidato monumental ini pun ditetapkan oleh Ketua BPUPK, Dr Radjiman Widiodiningrat, sebagai bahan baku perumusan dasar negara pada sidang-sidang selanjutnya. “Itu kemudian kenapa pancasila bisa diterima oleh sidang, oleh forum BPUPK, karena keragaman idiologi di sidang BPUPK sudah bisa beliau satukan. Prosesnya sejak tahun 1918, sudah bisa disatukan sejak di Ende,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Pahlawan Nasional...
10 Pahlawan Nasional yang Diabadikan Jadi Nama Kampus di Indonesia
Ini Perbedaan Sejarah...
Ini Perbedaan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila yang Sering Disalahpahami
MNC University Menerima...
MNC University Menerima Kunjungan Pusat Kajian Pancasila Unindra
11 Universitas di Indonesia...
11 Universitas di Indonesia yang Memakai Nama Pahlawan, Kampusmu Nomor Berapa?
Internalisasikan Nilai...
Internalisasikan Nilai Pancasila dalam Diplomasi melalui Pendidikan
Hari Kesaktian Pancasila...
Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober: Ini Sejarah dan Maknanya Bagi Bangsa Indonesia
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Rekomendasi
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Eksepsi Ditolak Hakim,...
Eksepsi Ditolak Hakim, Richard Lee Langsung Minta Penahanannya Ditangguhkan
Berita Terkini
Pendaftaran Magang Nasional...
Pendaftaran Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Pastikan MPLS 2026 Aman...
Pastikan MPLS 2026 Aman untuk Murid Baru, Wamendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua
Gelar Lari Bersama,...
Gelar Lari Bersama, PPI Tunisia dan Diasporun Gaungkan Hidup Sehat serta Cinta Tanah Air
Mendikdasmen Kunjungi...
Mendikdasmen Kunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pascateror Bom, Pastikan MPLS Tetap Aman
Jelang Pendaftaran TKA...
Jelang Pendaftaran TKA 2026, Ini Hak dan Kewajiban Peserta SMA Sederajat
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved