Kemenag Kukuhkan Pengurus Forum Pendidikan Madrasah Inklusif
Jum'at, 04 Desember 2020 - 00:31 WIB
loading...
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag M Zain. Foto/Dok/Humas Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama mengukuhkan Pengurus Forum Pendidikan Madrasah Inklusi (FPMI) Pusat periode 2020-2025. Pengukuhan dilakukan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan M Zain bersamaan dengan Seminar Nasional tentang “Sinergi untuk Masa Depan Pendidikan Inklusi di Madrasah”.
Seminar digelar dalam rangka menyambut hari Disabilitas Internasional 2020 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan UNICEF Jawa (Tubagus Arie Rukmantara), Dewan Pakar FPMI yang juga wakil rektor UNESA Sujarwanto, dan Sita Thamar Van Bommelen. (Baca juga: Myres 2020 Usai, Ini Daftar Siswa Madrasah Peraih Juara Penelitian )
“Selamat dan sukses untuk pelaksanaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan atas berdirinya Forum Pendidik Madrasah Inklusif atau FPMI,” terang M Zain saat didaulat menyampaikan keynote speech dalam seminar ini, Kamis (3/12/2020).
FPMI beranggotakan para pendidik yang kreatif dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan inklusif. Menurut M Zain, tujuan pendidikan inklusif adalah memastikan semua anak memiliki akses terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif, relevan dan tepat dalam wilayah tempat tinggalnya. Selain itu, pendidikan inklusi ingin memastikan semua pihak dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar seluruh anak terlibat dalam proses pembelajaran.
“Jadi, inklusif dalam pendidikan merupakan proses peningkatan partisipasi siswa dan mengurangi keterpisahannya dari budaya, kurikulum, dan komunitas madrasah setempat,” ujarnya. “Mewujudkan layanan yang inklusif dalam rangka memenuhi hak anak berkebutuhan khusus untuk dapat diterima pada madrasah, berarti memberikan kesempatan pembelajaran yang bermakna kepada semua anak,” sambungnya. (Baca juga: Perkuat Moderasi, Menag Minta Guru Agama Bina Organisasi Siswa )
Seminar digelar dalam rangka menyambut hari Disabilitas Internasional 2020 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan UNICEF Jawa (Tubagus Arie Rukmantara), Dewan Pakar FPMI yang juga wakil rektor UNESA Sujarwanto, dan Sita Thamar Van Bommelen. (Baca juga: Myres 2020 Usai, Ini Daftar Siswa Madrasah Peraih Juara Penelitian )
“Selamat dan sukses untuk pelaksanaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan atas berdirinya Forum Pendidik Madrasah Inklusif atau FPMI,” terang M Zain saat didaulat menyampaikan keynote speech dalam seminar ini, Kamis (3/12/2020).
FPMI beranggotakan para pendidik yang kreatif dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan inklusif. Menurut M Zain, tujuan pendidikan inklusif adalah memastikan semua anak memiliki akses terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif, relevan dan tepat dalam wilayah tempat tinggalnya. Selain itu, pendidikan inklusi ingin memastikan semua pihak dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar seluruh anak terlibat dalam proses pembelajaran.
“Jadi, inklusif dalam pendidikan merupakan proses peningkatan partisipasi siswa dan mengurangi keterpisahannya dari budaya, kurikulum, dan komunitas madrasah setempat,” ujarnya. “Mewujudkan layanan yang inklusif dalam rangka memenuhi hak anak berkebutuhan khusus untuk dapat diterima pada madrasah, berarti memberikan kesempatan pembelajaran yang bermakna kepada semua anak,” sambungnya. (Baca juga: Perkuat Moderasi, Menag Minta Guru Agama Bina Organisasi Siswa )
Lihat Juga :