Mahasiswa UI Borong 6 Medali Kontes Mobil Hemat Energi 2020
Senin, 07 Desember 2020 - 22:54 WIB
loading...
Tim SMV UI menyabet 6 penghargaan pada ajang kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020. Foto/Dok/Humas UI
A
A
A
JAKARTA - Tim Supermileage Vehicle Universitas Indonesia (SMV UI) menyabet 6 penghargaan pada ajang kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020 yang diselenggarakan pada 26-30 November 2020. Tim SMV UI yang terdiri dari 21 mahasiswa Fakultas Teknik UI (FTUI) tersebut terbagi ke dalam dua tim, yang mengikuti dua kategori desain mobil yang berbeda.
Tim pertama, yaitu Tim Nakoela Hore, berkompetisi pada Kategori Prototipe kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Bensin dan berhasil meraih penghargaan Juara 1 Kriteria Model Desain Kendaraan Prototipe, Juara 1 kriteria Internal Combustion Engine Prototype, dan Juara Umum 2 kategori Prototype. (Baca juga: Bantu Nelayan, 2 Mahasiswa ITS Ini Ciptakan Alat Pendeteksi Ikan di Laut )
Tim kedua, yaitu Tim Sadewa Hore, berkompetisi pada kategori Urban Concept kelas MPD Bensin dan berhasil meraih penghargaan Juara 1 Kriteria Rancangan Proses dan Manajemen Produksi Urban, Juara 2 Kriteria Model Desain Kendaraan Urban, dan Juara Umum 2 Kategori Urban.
Mahasiswa Teknik Mesin FTUI angkatan 2017, Joan Linden Lockita, yang juga General Manager SMV UI mengatakan, untuk event KMHE 2020, pihaknya melakukan analisis terhadap performa tahun lalu dari kedua tim. Dengan begitu, dapat melakukan perbaikan, baik dari segi desain mobil, stabilitas kendaraan, penyesuaian dimensi dan desain chasis, mengubah sistem rem yang digunakan menjadi rem hidrolik, modifikasi dan perubahan geometri mesin untuk meningkatkan torsi, serta menentukan gear rasio transmisi yang sesuai.
Mahasiswa Teknik Biomedik FTUI angkatan 2018, Muhammad Maulana Ghifary yang juga Manajer Tim Nakoela Hore menambahkan, beberapa hal yang menjadi poin keunggulan desain mobil Nakoela Hore ada pada perubahan bentuk geometri mobil sehingga mendapatkan nilai koefisien drag yang 16% lebih rendah. Selain itu, mobilnya tersebut juga mengoptimalkan chasis dan body mobil sehingga berat mobil total dapat dikurangi 32% menjadi 15 kg. “Optimasi pada mesin mobil juga dilakukan sehingga mendapatkan tenaga yang tinggi dengan rentang specific fuel consumption yang kecil, sesuai dengan ketentuan kategori Prototipe,” kata Maulana. (Baca juga: Rektor IPB Paparkan Solusi Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Pandemi COVID-19 )
Tim pertama, yaitu Tim Nakoela Hore, berkompetisi pada Kategori Prototipe kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Bensin dan berhasil meraih penghargaan Juara 1 Kriteria Model Desain Kendaraan Prototipe, Juara 1 kriteria Internal Combustion Engine Prototype, dan Juara Umum 2 kategori Prototype. (Baca juga: Bantu Nelayan, 2 Mahasiswa ITS Ini Ciptakan Alat Pendeteksi Ikan di Laut )
Tim kedua, yaitu Tim Sadewa Hore, berkompetisi pada kategori Urban Concept kelas MPD Bensin dan berhasil meraih penghargaan Juara 1 Kriteria Rancangan Proses dan Manajemen Produksi Urban, Juara 2 Kriteria Model Desain Kendaraan Urban, dan Juara Umum 2 Kategori Urban.
Mahasiswa Teknik Mesin FTUI angkatan 2017, Joan Linden Lockita, yang juga General Manager SMV UI mengatakan, untuk event KMHE 2020, pihaknya melakukan analisis terhadap performa tahun lalu dari kedua tim. Dengan begitu, dapat melakukan perbaikan, baik dari segi desain mobil, stabilitas kendaraan, penyesuaian dimensi dan desain chasis, mengubah sistem rem yang digunakan menjadi rem hidrolik, modifikasi dan perubahan geometri mesin untuk meningkatkan torsi, serta menentukan gear rasio transmisi yang sesuai.
Mahasiswa Teknik Biomedik FTUI angkatan 2018, Muhammad Maulana Ghifary yang juga Manajer Tim Nakoela Hore menambahkan, beberapa hal yang menjadi poin keunggulan desain mobil Nakoela Hore ada pada perubahan bentuk geometri mobil sehingga mendapatkan nilai koefisien drag yang 16% lebih rendah. Selain itu, mobilnya tersebut juga mengoptimalkan chasis dan body mobil sehingga berat mobil total dapat dikurangi 32% menjadi 15 kg. “Optimasi pada mesin mobil juga dilakukan sehingga mendapatkan tenaga yang tinggi dengan rentang specific fuel consumption yang kecil, sesuai dengan ketentuan kategori Prototipe,” kata Maulana. (Baca juga: Rektor IPB Paparkan Solusi Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Pandemi COVID-19 )
Lihat Juga :