Mendongkrak Kualitas Pendidikan Melalui Komunitas Guru Pintar
Kamis, 24 Desember 2020 - 13:55 WIB
loading...
Aku Pintar bentuk Kominitas Guru Pintar
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja melaporkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) untuk Indonesia pada 2020. IPM merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan di suatu negara. Di Indonesia, IPM juga digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dan sebagai sasaran target pembangunan nasional.
Ada tiga aspek yang menjadi komponen IPM yaitu usia masyarakat yang tercermin dari Usia Harapan Hidup (UHH), lama dan rata-rata mengeyam bangku sekolah (HLS dan RLS) serta aspek pengeluaran per kapita.
Baca juga:AS Beri Indonesia Miliaran Dollar Jika Normalisasi dengan Israel
Saat pandemi melanda negeri ini, IPM Indonesia berada di posisi 70,94. Ada kenaikan tipis yakni 0,02 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di 70,92. Angka IPM yang berada di rentang 70-80 mengindikasikan bahwa skornya tinggi.
Bila dilihat lebih cermat lagi dengan menggunakan kacamata tiga aspek pembentuk indeks ini tadi, maka kenaikan IPM tahun 2020 di Indonesia disebabkan oleh kenaikan pada aspek UHH dan aspek pendidikan.
Baca juga:Gara-Gara Covid-19, Messi Merasa Kesepian
UHH masyarakat Indonesia tahun ini mengalami kenaikan sebesar 0,13 tahun menjadi 71,47 tahun dari sebelumnya di angka 71,34 tahun. Sementara di sektor pendidikan, terjadi kenaikan baik dari sisi Harapan Lama Sekolah (HLS) maupun Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Tahun ini indikator HLS masyarakat Indonesia naik 0,03 tahun. Sementara untuk RLS naik 0,14 tahun.
Meski IPM Indonesia di tahun 2020 tergolong tinggi, namun dibandingkan dengan negara lain, masih tertingal. Laporan IPM juga dirilis setiap tahunnya secara global oleh United Nation Development Programme (UNDP). Konsep yang digunakan masih sama dengan mempertimbangkan tiga aspek yaitu usia, pendidikan dan ekonomi. Hanya saja pendekatan kalkulasinya saja yang berbeda.
Baca juga:Siapkan Mental, Suntik Vaksin Corona Dimulai Akhir Januari 2021
Hasilnya untuk tahun 2020 Indonesia menduduki peringkat ke 107 dari 189 negara yang dianalisis oleh UNDP. Indonesia berada di peringkat tengah. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat kelima. IPM Indonesia kalah dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia dan Thailand.
Padahal Indonesia, merupakan anggota G20, kumpulan 20 negara terbesar di dunia yang diukur dari kekuatan ekonomi yang dimiliki. Melihat kondisi ini idealnya, IPM Indonesia berada di peringkat 20-30 besar dunia.
Banyak hal yang harus dikejar jika ingin IPM Indonesia terus meningkat. Memperbaiki kualitas pendidikan, jadi salah satu cara untuk mendongkrak IPM Indonesia. Terkait kulitas pendidikan, maka kualitas pendidik alias guru memberi kontribusi yang cukup besar.
Ada tiga aspek yang menjadi komponen IPM yaitu usia masyarakat yang tercermin dari Usia Harapan Hidup (UHH), lama dan rata-rata mengeyam bangku sekolah (HLS dan RLS) serta aspek pengeluaran per kapita.
Baca juga:AS Beri Indonesia Miliaran Dollar Jika Normalisasi dengan Israel
Saat pandemi melanda negeri ini, IPM Indonesia berada di posisi 70,94. Ada kenaikan tipis yakni 0,02 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di 70,92. Angka IPM yang berada di rentang 70-80 mengindikasikan bahwa skornya tinggi.
Bila dilihat lebih cermat lagi dengan menggunakan kacamata tiga aspek pembentuk indeks ini tadi, maka kenaikan IPM tahun 2020 di Indonesia disebabkan oleh kenaikan pada aspek UHH dan aspek pendidikan.
Baca juga:Gara-Gara Covid-19, Messi Merasa Kesepian
UHH masyarakat Indonesia tahun ini mengalami kenaikan sebesar 0,13 tahun menjadi 71,47 tahun dari sebelumnya di angka 71,34 tahun. Sementara di sektor pendidikan, terjadi kenaikan baik dari sisi Harapan Lama Sekolah (HLS) maupun Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Tahun ini indikator HLS masyarakat Indonesia naik 0,03 tahun. Sementara untuk RLS naik 0,14 tahun.
Meski IPM Indonesia di tahun 2020 tergolong tinggi, namun dibandingkan dengan negara lain, masih tertingal. Laporan IPM juga dirilis setiap tahunnya secara global oleh United Nation Development Programme (UNDP). Konsep yang digunakan masih sama dengan mempertimbangkan tiga aspek yaitu usia, pendidikan dan ekonomi. Hanya saja pendekatan kalkulasinya saja yang berbeda.
Baca juga:Siapkan Mental, Suntik Vaksin Corona Dimulai Akhir Januari 2021
Hasilnya untuk tahun 2020 Indonesia menduduki peringkat ke 107 dari 189 negara yang dianalisis oleh UNDP. Indonesia berada di peringkat tengah. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat kelima. IPM Indonesia kalah dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia dan Thailand.
Padahal Indonesia, merupakan anggota G20, kumpulan 20 negara terbesar di dunia yang diukur dari kekuatan ekonomi yang dimiliki. Melihat kondisi ini idealnya, IPM Indonesia berada di peringkat 20-30 besar dunia.
Banyak hal yang harus dikejar jika ingin IPM Indonesia terus meningkat. Memperbaiki kualitas pendidikan, jadi salah satu cara untuk mendongkrak IPM Indonesia. Terkait kulitas pendidikan, maka kualitas pendidik alias guru memberi kontribusi yang cukup besar.
Lihat Juga :