Bangkitkan Talenta Digital Mahasiswa, Kemendikbud Gandeng Google dan Startup
Senin, 11 Januari 2021 - 11:32 WIB
loading...
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbud Aris Junaidi. Foto/Neneng Zubaidah
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan Bangkit 2021 sebagai program Kampus Merdeka .
Bangkit sebagai bentuk studi independen merupakan program pelatihan berbasis teknologi digital bagi mahasiswa dalam menjawab tantangan dunia industri. (Baca juga: Prestasi Internasional, Jurnal 'Samarah' UIN Ar-Raniry Aceh Tembus Scopus )
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbud Aris Junaidi menyampaikan diperlukan penyesuaian pengetahuan serta kompetensi dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan global. Inovasi di bidang sains dan teknologi mampu menjadi penggerak perubahan bangsa.
“Kemajuan teknologi yang berjalan cepat dan dinamis mendorong untuk menyesuaikan diri baik pengetahuan dan kompetensi untuk mampu bersaing dengan masyarakat global yang hampir tidak ada batasan,” kata Aris pada acara Sosialisasi Program Bangkit 2021 melalui siaran pers, Senin (11/1).
Adapun bidang yang banyak diperlukan saat ini adalah machine learning dan data analytic. Namun, menurut Aris talenta ini masih minim dimiliki oleh generasi bangsa. Sehingga, melalui program Kampus Merdeka yang bekerja sama dengan Bangkit, diharapkan dapat menjadi wadah dalam mengasah kemampuan mahasiswa di bidang tersebut. (Baca juga: Hari Keenam, 14.614 Siswa Dinyatakan Berhak Mendaftar SNMPTN 2021 )
Bangkit sebagai bentuk studi independen merupakan program pelatihan berbasis teknologi digital bagi mahasiswa dalam menjawab tantangan dunia industri. (Baca juga: Prestasi Internasional, Jurnal 'Samarah' UIN Ar-Raniry Aceh Tembus Scopus )
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbud Aris Junaidi menyampaikan diperlukan penyesuaian pengetahuan serta kompetensi dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan global. Inovasi di bidang sains dan teknologi mampu menjadi penggerak perubahan bangsa.
“Kemajuan teknologi yang berjalan cepat dan dinamis mendorong untuk menyesuaikan diri baik pengetahuan dan kompetensi untuk mampu bersaing dengan masyarakat global yang hampir tidak ada batasan,” kata Aris pada acara Sosialisasi Program Bangkit 2021 melalui siaran pers, Senin (11/1).
Adapun bidang yang banyak diperlukan saat ini adalah machine learning dan data analytic. Namun, menurut Aris talenta ini masih minim dimiliki oleh generasi bangsa. Sehingga, melalui program Kampus Merdeka yang bekerja sama dengan Bangkit, diharapkan dapat menjadi wadah dalam mengasah kemampuan mahasiswa di bidang tersebut. (Baca juga: Hari Keenam, 14.614 Siswa Dinyatakan Berhak Mendaftar SNMPTN 2021 )
Lihat Juga :