Catatan Kritis untuk Pengelolaan Guru dan Tata Kelola Pendidikan Nasional
Kamis, 21 Januari 2021 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Bank Dunia juga melakukan survey yang mengukur kinerja kualitas layanan pendidikan dan ini menjadi catatan yang harus dipelajari dan menjadi pekerjaan semua pihak. "Temuan utama saat ini ada krisis pembelajaran siswa dan tingkat ketidakhadiran guru yang mencapai 23 %. Kemudian pengetahuan guru, materi pembelajaran termasuk infrastruktur sekolah," ujarnya.
Dia mempertanyakan apakah semua masalah ini berdiri sendiri atau ada benang merahnya dengan kondisi guru. Lalu jika ada benang merahnya, jelasnya, apa yang harus dilakukan. Dia melihat saat ini kita berhadapan dengan banyak tuntutan yang harus didengarkan dan secara objektif harus dicari jalan keluarnya untuk dapat diakomodir.
Ririe menjelaskan, visi pendidikan Indonesia 2035 adalah membangun rakyat menjadi pembelajar seumur hidup, pembelajar yang unggul, terus berkembang, sejahtera dan berakhak mulia dengan menumbuhkan nilai budaya dan Pancasila. Visi ini, nilainya, sangat mulia namun juga sangat berat sehingga memerlukan guru yang memiliki kemampuan maksimal untuk membawa anak didik mencapai apa yang dicita-citakan.
"Pertanyaannya jika kita membebankan ini kepada guru apakah kita juga sudah memiliki tata kelola yang membuat para guru tersebut mampu mengemban misi ini. Saya kira inilah catatan-catatan yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua," katanya yang berharap dari diskusi ini dapat memberi bahan masukan dan akan diteruskan ke pemangku kepentingan.
Dia mempertanyakan apakah semua masalah ini berdiri sendiri atau ada benang merahnya dengan kondisi guru. Lalu jika ada benang merahnya, jelasnya, apa yang harus dilakukan. Dia melihat saat ini kita berhadapan dengan banyak tuntutan yang harus didengarkan dan secara objektif harus dicari jalan keluarnya untuk dapat diakomodir.
Ririe menjelaskan, visi pendidikan Indonesia 2035 adalah membangun rakyat menjadi pembelajar seumur hidup, pembelajar yang unggul, terus berkembang, sejahtera dan berakhak mulia dengan menumbuhkan nilai budaya dan Pancasila. Visi ini, nilainya, sangat mulia namun juga sangat berat sehingga memerlukan guru yang memiliki kemampuan maksimal untuk membawa anak didik mencapai apa yang dicita-citakan.
"Pertanyaannya jika kita membebankan ini kepada guru apakah kita juga sudah memiliki tata kelola yang membuat para guru tersebut mampu mengemban misi ini. Saya kira inilah catatan-catatan yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua," katanya yang berharap dari diskusi ini dapat memberi bahan masukan dan akan diteruskan ke pemangku kepentingan.
(mpw)
Lihat Juga :