Keren, Dosen ITS Ciptakan Robot Hybrid Bantu Dokter dalam Operasi Tulang
Jum'at, 05 Februari 2021 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Dosen kelahiran Solo ini memaparkan, guna mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh robot parallel, maka ia membuat sebuah robot hybrid. Yakni merupakan gabungan dari dua robot paralel. Robot ini memiliki kelebihan pada ruang geraknya yang lebih luas dibanding dengan robot paralel.
Baca juga: Inspiratif, Alumnus UNS Ini Jadi Kepala Sekolah di Usia Muda
Latifah menjelaskan, pada proses pembuatannya robot ini dilakukan pencetakan tiga dimensi terlebih dahulu. Setelah itu, dilanjutkan pengembangan menjadi sebuah prototype yang dilengkapi dengan piranti-piranti elektronis. “Dari segi desain robot hybrid lebih kompleks dibanding dengan robot paralel,” tuturnya.
Dia menjelaskan, dalam pengembangan robot hybrid ia bekerja sama dengan Jurusan Teknik Mesin dari National Central University (NCU), Taiwan. Hal ini disebabkan adanya hubungan baik antara Departemen Teknik Mesin ITS dengan NCU yang sudah terjalin. Selain itu, ternyata mereka juga mengembangkan robot yang strukturnya sama.
Saat melakukan proses operasi, dokter dapat menggunakan robot hybrid dalam membantu proses pembedahan yang membutuhkan akurasi tinggi. Tidak hanya itu, robot ini juga dapat mengurangi kontak langsung dari dokter dengan pasien. Adanya robot ini tidak bermaksud untuk menggantikan peran dokter dalam melakukan operasi. Akan tetapi tingkat akurasi tinggi dalam proses operasi inilah yang memerlukan bantuan robot.
Baca juga: Inspiratif, Alumnus UNS Ini Jadi Kepala Sekolah di Usia Muda
Latifah menjelaskan, pada proses pembuatannya robot ini dilakukan pencetakan tiga dimensi terlebih dahulu. Setelah itu, dilanjutkan pengembangan menjadi sebuah prototype yang dilengkapi dengan piranti-piranti elektronis. “Dari segi desain robot hybrid lebih kompleks dibanding dengan robot paralel,” tuturnya.
Dia menjelaskan, dalam pengembangan robot hybrid ia bekerja sama dengan Jurusan Teknik Mesin dari National Central University (NCU), Taiwan. Hal ini disebabkan adanya hubungan baik antara Departemen Teknik Mesin ITS dengan NCU yang sudah terjalin. Selain itu, ternyata mereka juga mengembangkan robot yang strukturnya sama.
Saat melakukan proses operasi, dokter dapat menggunakan robot hybrid dalam membantu proses pembedahan yang membutuhkan akurasi tinggi. Tidak hanya itu, robot ini juga dapat mengurangi kontak langsung dari dokter dengan pasien. Adanya robot ini tidak bermaksud untuk menggantikan peran dokter dalam melakukan operasi. Akan tetapi tingkat akurasi tinggi dalam proses operasi inilah yang memerlukan bantuan robot.
Lihat Juga :