Cegah Klaster Baru di Pesantren, Ini Rekomendasi Serikat Guru Indonesia
Rabu, 24 Februari 2021 - 00:22 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Sekjen FSGI Mansur mengatakan, untuk mencegah ponpes kembali menjadi kluster baru maka FSGI mendorong Kementerian Agama memastikan dengan sungguh-sungguh infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) serta kepatuhan terhadap protocol kesehatan sesuai AKB.
“Untuk semua aktivitas, mulai dari santri bangun tidur, ibadah, belajar, makan, mandi, piket dan sampai tidur kembali,” jelasnya.
Pemerintah Daerah melalui Satgas Covid dapat melakukan intervensi kedalam Ponpes terkait kesiapan infrastruktur fisik maupun kesanggupan penerapan protokol kesehatan Covid-19 melalui pendekatan dan komunikasi yang baik dengan Tokoh Masyarakat maupun pengelola ponpes.
Mansur menambahkan, pengelola ponpes juga harus melakukan sosialisasi Protokol Kesehatan/SOP ke seluruh warga pesantren dan orangtua santri. Juga memasang protocol kesehatan/SOP sesuai lokasinya. “Misalnya Protokol kesehatan/SOP makan ditempel di ruang makan, Protokol/SOP belajar ditempel di dalam kelas, dan seterusnya,” ujarnya.
Selain itu FSGI juga mendorong ponpes menerapkan kewajiban tes antigen untuk seluruh santri, pengelola, pengajar maupun petugas masuk dan kebersihan lainnya. Ini untuk memastikan bahwa saat kembali ke ponpes para santri benar-benar dalam keadaan sehat.
“Untuk semua aktivitas, mulai dari santri bangun tidur, ibadah, belajar, makan, mandi, piket dan sampai tidur kembali,” jelasnya.
Pemerintah Daerah melalui Satgas Covid dapat melakukan intervensi kedalam Ponpes terkait kesiapan infrastruktur fisik maupun kesanggupan penerapan protokol kesehatan Covid-19 melalui pendekatan dan komunikasi yang baik dengan Tokoh Masyarakat maupun pengelola ponpes.
Mansur menambahkan, pengelola ponpes juga harus melakukan sosialisasi Protokol Kesehatan/SOP ke seluruh warga pesantren dan orangtua santri. Juga memasang protocol kesehatan/SOP sesuai lokasinya. “Misalnya Protokol kesehatan/SOP makan ditempel di ruang makan, Protokol/SOP belajar ditempel di dalam kelas, dan seterusnya,” ujarnya.
Selain itu FSGI juga mendorong ponpes menerapkan kewajiban tes antigen untuk seluruh santri, pengelola, pengajar maupun petugas masuk dan kebersihan lainnya. Ini untuk memastikan bahwa saat kembali ke ponpes para santri benar-benar dalam keadaan sehat.
(mpw)
Lihat Juga :