Ornamen Header
DPR Ingatkan Vaksinasi Covid-19 bagi Guru Honorer
DPR Ingatkan Vaksinasi Covid-19 bagi Guru Honorer
DPR mengingatkan pemerintah untuk memastikan agar guru honorer juga mendapatkan vaksin Covid-19. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Komisi X DPR mengingatkan pemerintah untuk memastikan agar guru honorer juga mendapatkan vaksin Covid-19.

Seperti diketahui, sebanyak 5 juta tenaga pendidik, baik guru maupun dosen mendapatkan prioritas vaksinasi pada tahap kedua. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun berencana akan memulai belajar tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

"Jangan sampai terjadi pembedaan status. Karena, semua sama-sama langsung bertatap muka dengan masyarakat. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) harus akurat, jangan sampai ada yang tidak mendapatkan karena permasalahan administrasi," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).Baca juga: UMM Kampus Islam Terbaik Dunia, Kalahkan Universitas Kairo

Dia mengharapkan seiring vaksinasi maka belajar tatap muka bisa kembali berjalan secara normal. Karena, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama setahun ini akibat pandemi Covid-19 menimbulkan banyaknya kesenjangan.Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Ditutup, 568.330 Siswa Siap Bersaing Perebutkan Kursi PTN

Namun demikian, Hetifah mengingatkan kepada segenap guru, dosen dan tenaga kependidikan agar tetap menjalankan protokol kesehatan meski sudah mulai mendapatkan vaksin. "Seperti melalui sistem shift, jaga jarak meja, dan wajib untuk menggunakan masker bagi masyarakat luas," kata Hetifah.



Wakil Ketua Umum Partai Golkar inj juga berharap, kepada segenap orangtua dan institusi pendidikan agar terus dapat berkolaborasi dalam mempersiapkan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan belajar tatap muka selama beberapa bulan ke depan.

Dia menekankan seluruh stakeholder dapat terus memantau perkembangan untuk memutuskan langkah terbaik.

"Komisi X DPR mengingatkan kepada seluruh jajaran stakeholder untuk dapat terus melihat perkembangan. Kita lihat beberapa bulan kedepan, bagaimana efektivitas vaksin ini dalam menghambat penyebaran virus. Semoga semua berjalan lancar," pungkas Hetifah.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!