Ornamen Header
Setahun Covid-19, Perguruan Tinggi Lahirkan Beribu Inovasi demi Cegah Pandemi
Setahun Covid-19, Perguruan Tinggi Lahirkan Beribu Inovasi demi Cegah Pandemi
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro dalam acara Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia. Foto/Neneng Zubaidah
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah 1 tahun melanda Indonesia. Meski banyak menimbulkan kerugian, namun pandemi ini juga melahirkan banyak penelitian dan produk inovasi dari perguruan tinggi dalam penanganan pandemic Covid-19 di tanah air.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional ( Menristek/Kepala BRIN ) Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang telah dibentuk institusinya tidak hanya terdiri dari peneliti dari berbagai lembaga penelitian. Namun, ada sejumlah peneliti yang datang dari perguruan tinggi di Indonesia.

Baca juga: ITB Buka Jalur Magister Berbasis Riset

Bahkan, setelelah satu tahun berkiprah, justru konsorsium tersebut banyak melahirkan hasil penelitian yang mayoritas dari perguruan tinggi. "Justru dari perguruan tinggi tersebut lahir berbagai produk yang variasinya cukup besar, khususnya terkait pencegahan pandemi Covid-19,” katanya pada Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia secara daring, Selasa (2/3).

Bambang menuturkan, produk yang dihasilkan peneliti dari perguruan tinggi di konsorsium itupun sangat beragam. Misalnya alat perlindungan diri (APD), pembuatan imunomodulator, suplemen, sampai kepada alat deteksi skrining virus Corona. Termasuk penelitian terapi steam cell untuk penanganan pasien Covid-19 dan juga pengembangan vaksin.



“Di vaksin sendiri dari 6 yang aktif saat ini 4 itu perguruan tinggi, 2 dari lembaga penelitian. Jadi peran perguruan tinggi itu sangat luar biasa besar,” ungkapnya.

Baca juga: IPB University Kenalkan Ilmu Nuklir kepada Ratusan Pelajar SMA

Mantan menteri perencanaan pembangunan nasional ini juga menyebutkan peran perguruan tinggi itu juga terwujud di beberapa rumah sakit pendidikan yang juga terlibat dalam penanganan pasien Covid-19.

Diketahui, untuk pengembangan vaksin Merah Putih saat ini tengah dikerjakan oleh sejumlah lembaga. Perguruan tinggi yang terlibat dalam pembuatan vaksin Merah Putih di antaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada.

Berdasarkan data Kemenristek/BRIN, produk yang telah dihasilkan perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 itu seperti GeNose C-19 yang dihasilkan UGM. Adapula alat deteksi CePad yang dihasilkan Unpad sebagai alat deteksi virus SARS-CoV-2 kualitatif menggunakan spesimen swab nasofaring manusia. UGM juga membuat produk rapid tes yang dinamakan Rapid Tes RI-GHA.



Baca juga: Catat Jadwal Penting UTBK-SBMPTN

Selanjutnya, UI yang juga tergabung dalam konsorsium riset dan inovasi Covid-19 juga menghasilkan ventilator portabel yakni Ventilator Transport Covent-20. Selain UI, Unpad juga menghasilkan ventilator Xvent XMV20 Frontliner. Sementara produk dari Universitas Negeri Surabaya yakni Robot KECE.

Berikutnya adalah Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) yang dibuat Universitas Telkom. Ada pula Purifier/Respirator PAPR yang dibuat Universitas Al Azhar Indonesia.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!