7 Kampus Indonesia dan 3 Kampus Asing Bentuk Konsorsium Dukung Kampus Merdeka
Rabu, 03 Maret 2021 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tingginya Bencana di Indonesia, UI Buka Prodi Magister Manajemen Bencana
Dalam masa pandemi Covid-19, Kick Off Meeting iHiLead dilangsungkan secara virtual, Selasa (2/3) malam yang dihadiri Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket dan Director Master of Arts Higher Education Leadership and Management dari University of Gloucestershire (UoG), United Kingdom David Dawson
Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam menjelaskan, Kemendikbud terus berupaya untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini kampus perlu memberikan kemerdekaan bagi mahasiswanya untuk mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan.
Menurutnya, selama ini banyak keluhan dari kalangan dunia usaha mengenai kualitas lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, keluhan terkait materi kuliah yang diajarkan di kampus. Untuk itu, Nizam meminta perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk merombak sistem pendidikannya dari pola Industri 3.0 ke pola Industri 4.0, atau bahkan industri 5.0.
Baca juga: ITB Buka Jalur Magister Berbasis Riset
“Perguruan tinggi di Indonesia harus mulai meninggalkan kompetensi lama yang sudah tidak dibutuhkan lagi, karena semakin banyak pekerjaan yang hilang atau digantikan oleh mesin. Perguruan tinggi Indonesia harus semakin adaptif dan berani mendisrupsi dirinya sendiri,” tegas Nizam.
Dalam masa pandemi Covid-19, Kick Off Meeting iHiLead dilangsungkan secara virtual, Selasa (2/3) malam yang dihadiri Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket dan Director Master of Arts Higher Education Leadership and Management dari University of Gloucestershire (UoG), United Kingdom David Dawson
Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam menjelaskan, Kemendikbud terus berupaya untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini kampus perlu memberikan kemerdekaan bagi mahasiswanya untuk mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan.
Menurutnya, selama ini banyak keluhan dari kalangan dunia usaha mengenai kualitas lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, keluhan terkait materi kuliah yang diajarkan di kampus. Untuk itu, Nizam meminta perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk merombak sistem pendidikannya dari pola Industri 3.0 ke pola Industri 4.0, atau bahkan industri 5.0.
Baca juga: ITB Buka Jalur Magister Berbasis Riset
“Perguruan tinggi di Indonesia harus mulai meninggalkan kompetensi lama yang sudah tidak dibutuhkan lagi, karena semakin banyak pekerjaan yang hilang atau digantikan oleh mesin. Perguruan tinggi Indonesia harus semakin adaptif dan berani mendisrupsi dirinya sendiri,” tegas Nizam.
Lihat Juga :