Rektor UEU: Universitas Dituntut Hasilkan Lulusan Berjiwa Entrepreneurship
Rabu, 17 Maret 2021 - 14:42 WIB
loading...
Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja dalam acara Seminar Nasional & Call for Papers pada Rabu (17/3). Foto/Dok/Humas UEU
A
A
A
JAKARTA - Perguruan tinggi harus berperan dalam meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia. Diharapkan output dari perguruan tinggi tidak hanya diisi lulusan yang mencari pekerjaan, tapi juga sarjana-sarjana yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini disampaikan Rektor Universitas Esa Unggul , Arief Kusuma Among Praja dalam acara Seminar Nasional & Call for Papers pada Rabu (17/3/2021).
Acara bertema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Era ‘New Normal’ Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi untuk Mendukung Entrepreneurship Berbasis Evidence di Lingkungan Perguruan Tinggi” ini digelar secara virtual oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Esa Unggul.
Baca juga: Sisihkan 20 Negara, Mahasiswa UNS Raih Juara di Ajang Internasional
Dalam acara yang dihadiri lebih dari 600 orang dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini, Arief menjelaskan, saat ini jumlah wirusahawan di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Amerika, Australia, dan lainnya.
“Sekarang jumlah wirausahawan di Indonesia ada sekitar 3,5% dari jumlah penduduk di Indonesia. Jumlah tersebut masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Malaysia yang mencapai 5%, Thailand 5,1 %, Singapura 7,2 %, China 10%, Jepang 11%, dan USA 12%. Dari data tersebut dapat kita lihat, bahwa negara-negara yang memiliki jumlah wirausahawan tinggi itu memang negara-negara maju. Jadi memang ada korelasi antara jumlah wirausahawan dengan kemajuan suatu negara. Untuk itu kita perlu segera menyusul mereka,” urainya.
Menurut Arief, masih tertinggalnya jumlah wirausahawan di Indonesia juga dapat dilihat pada data Global Entrepreneurship Index 2018. Dimana dari 137 negara di dunia, Indonesia berada pada peringkat 94, di bawah negara Singapura yang berada pada posisi 27, Vietnam 87, Malaysia 58.
Baca juga: Mahasiswa ITS Kembangkan Panel Surya untuk Daerah 3T
“Padahal wirausahawan itu penting dalam menyokong perekonomian nasional, mulai dari menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan nilai tambah barang dan jasa, mengurangi kesenjangan ekonomi. Bahkan tercipta masyarakat adil dan makmur. Nah ini mudah-mudahan dengan semakin banyak wirausahawan di Indonesia, maka kita akan semakin mengarah ke kondisi tersebut,” harapnya.
Acara bertema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Era ‘New Normal’ Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi untuk Mendukung Entrepreneurship Berbasis Evidence di Lingkungan Perguruan Tinggi” ini digelar secara virtual oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Esa Unggul.
Baca juga: Sisihkan 20 Negara, Mahasiswa UNS Raih Juara di Ajang Internasional
Dalam acara yang dihadiri lebih dari 600 orang dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini, Arief menjelaskan, saat ini jumlah wirusahawan di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Amerika, Australia, dan lainnya.
“Sekarang jumlah wirausahawan di Indonesia ada sekitar 3,5% dari jumlah penduduk di Indonesia. Jumlah tersebut masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Malaysia yang mencapai 5%, Thailand 5,1 %, Singapura 7,2 %, China 10%, Jepang 11%, dan USA 12%. Dari data tersebut dapat kita lihat, bahwa negara-negara yang memiliki jumlah wirausahawan tinggi itu memang negara-negara maju. Jadi memang ada korelasi antara jumlah wirausahawan dengan kemajuan suatu negara. Untuk itu kita perlu segera menyusul mereka,” urainya.
Menurut Arief, masih tertinggalnya jumlah wirausahawan di Indonesia juga dapat dilihat pada data Global Entrepreneurship Index 2018. Dimana dari 137 negara di dunia, Indonesia berada pada peringkat 94, di bawah negara Singapura yang berada pada posisi 27, Vietnam 87, Malaysia 58.
Baca juga: Mahasiswa ITS Kembangkan Panel Surya untuk Daerah 3T
“Padahal wirausahawan itu penting dalam menyokong perekonomian nasional, mulai dari menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan nilai tambah barang dan jasa, mengurangi kesenjangan ekonomi. Bahkan tercipta masyarakat adil dan makmur. Nah ini mudah-mudahan dengan semakin banyak wirausahawan di Indonesia, maka kita akan semakin mengarah ke kondisi tersebut,” harapnya.
Lihat Juga :