KIP Kuliah Merdeka, Tanggung Seluruh Biaya Kuliah dan Biaya Hidup
Jum'at, 26 Maret 2021 - 23:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Di Kompetisi Peradilan Semu Internasional, Mahasiswa Unpad Raih 2 Penghargaan
Dia mencontohkan salah satu penerima bantuan afirmasi dari pemerintah ini yakni Raeni, anak seorang tukang becak dan penjaga sekolah dengan penghasilan terbatas. Raeni saat itu dengan Bidikmisi berhasil kuliah di Universitas Negeri Semarang. Lalu bisa melanjutkan ke Universitas Birmingham di Inggris dengan beasiswa LPDP. "Kini menjadi dosen di jurusan pendidikan ekonomi akuntansi Unnes. Luar biasa," katanya.
Adapula Ujang Permana yang bisa kuliah di ITB dan kini melanjutkan pendidikan doktoral di Oxford. Menurutnya, cerita inspiratif seperti ini bukan hanya karena mereka menerima Bidikmisi tetapi mereka adalah anak-anak kurang mampu yang berhasil mencapai cita-citanya untuk masuk ke universitas dengan kualitas terbaik.
"KIP Kuliah bukan hanya memastikan anak itu mampu masuk kuliah. Tapi masuk ke universitas dan prodi terbaik. Karena disitulah pekerjaan-pekerjaan terbaik menunggu dia, profesi dan karir terbaik menunggu dia," katanya.
Oleh karena itu, ujarnya, esensi dari perubahan kebijakan KIP Kuliah di 2021 ini adalah pertama anggarannya dinaikkan dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Menurutnya, anggaran dinaikkan bukan untuk menambah jumlah partisipan karena jumlahnya masih akan sama dengan tahun lalu yakni sebanyak 200 ribu.
Tetapi yang berbeda adalah dimana sebelumnya besaran uang kuliah itu hanya Rp2,4 juta/semester kini batas maksimalnya akan berdasarkan akreditasi prodi. Yakni prodi akreditasi A biaya pendidikan per semester maksimal Rp12 juta, prodi B meningkat menjadi Rp4 juta dan prodi C Rp2,4 juta.
Dia mencontohkan salah satu penerima bantuan afirmasi dari pemerintah ini yakni Raeni, anak seorang tukang becak dan penjaga sekolah dengan penghasilan terbatas. Raeni saat itu dengan Bidikmisi berhasil kuliah di Universitas Negeri Semarang. Lalu bisa melanjutkan ke Universitas Birmingham di Inggris dengan beasiswa LPDP. "Kini menjadi dosen di jurusan pendidikan ekonomi akuntansi Unnes. Luar biasa," katanya.
Adapula Ujang Permana yang bisa kuliah di ITB dan kini melanjutkan pendidikan doktoral di Oxford. Menurutnya, cerita inspiratif seperti ini bukan hanya karena mereka menerima Bidikmisi tetapi mereka adalah anak-anak kurang mampu yang berhasil mencapai cita-citanya untuk masuk ke universitas dengan kualitas terbaik.
"KIP Kuliah bukan hanya memastikan anak itu mampu masuk kuliah. Tapi masuk ke universitas dan prodi terbaik. Karena disitulah pekerjaan-pekerjaan terbaik menunggu dia, profesi dan karir terbaik menunggu dia," katanya.
Oleh karena itu, ujarnya, esensi dari perubahan kebijakan KIP Kuliah di 2021 ini adalah pertama anggarannya dinaikkan dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Menurutnya, anggaran dinaikkan bukan untuk menambah jumlah partisipan karena jumlahnya masih akan sama dengan tahun lalu yakni sebanyak 200 ribu.
Tetapi yang berbeda adalah dimana sebelumnya besaran uang kuliah itu hanya Rp2,4 juta/semester kini batas maksimalnya akan berdasarkan akreditasi prodi. Yakni prodi akreditasi A biaya pendidikan per semester maksimal Rp12 juta, prodi B meningkat menjadi Rp4 juta dan prodi C Rp2,4 juta.
Lihat Juga :