Ornamen Header
PTM Terbatas, Guru Harus Disiapkan untuk Pembelajaran dengan Paradigma Baru
PTM Terbatas, Guru Harus Disiapkan untuk Pembelajaran dengan Paradigma Baru
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Solo mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka perdana di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Pakar pendidikan dari Center for Education Regulations & Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji mengatakan pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas nanti guru harus dibekali untuk pembelajaran dengan paradigma baru.

Menurutnya, penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara terbatas di bulan Juli jangan hanya menggantungkan diri pada vaksinasi para pendidik. Sebab PTM terbatas nanti pendidik dituntut untuk mengajar dengan 2 model secara bersamaan yaitu daring dan luring.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan TIK Guru, Pusdatin Kemendikbud kembali Gelar PembaTIK

"Untuk satu model daring saja para guru sangat kewalahan,” katanya pada peluncuran Gerakan Guru Cerdas (Garudas) melalui siaran pers, Kamis (8/4/2021).

Menurut salah satu penggagas Garudas ini, maka para guru pun harus diberikan pembekalan pedagogi digital dan dibimbing untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan paradigma baru.



“Selama PJJ berlangsung, kami sudah berhasil mentransformasi banyak sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran dengan paradigma baru. Sehingga Learning Loss yang sering disebut oleh Kemendikbud dapat diubah menjadi Learning Gain,”: ujarnya.

Baca juga: Tegas, Mendikbud akan Evaluasi Perguruan Tinggi yang Tak Penuhi 8 Standar Ini

Dia menjelaskan, paradigma pembelajaran baru ini bisa dilihat di channel YouTube Pendidikan Vox Point. Dan program tersebut bisa diduplikasi secara terstruktur, masif, dan sistematis di satu provinsi yang tidak ada kendala dengan jaringan.

Disisi lain, Gerakan Guru Cerdas merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membekali para pendidik DKI Jakarta untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan paradigma baru.

Yaitu pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sekaligus kompetensi dasar /capaian pembelajarannya, memanfaatkan teknologi digital dalam berproses dan memberikan menu berbeda untuk setiap siswa sesuai dengan minat / bakatnya.



Garudas diinisiasi dan merupakan kolaborasi dari Center for Education Regulations & Development Analysis (CERDAS), Vox Populi Institute Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta dan didukung oleh para mitra.

Dalam paparannya Indra menjelaskan, berdasarkan pengalaman dalam mentransformasi sekolah, butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk mengubah mindset dan kebiasan para guru. Kegiatan ini akan dimulai awal April sampai pertengahan Agustus. Para guru akan dibagi menjadi 6 kelompok berdasarkan tingkat sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan, gerakan ini akan langsung ditangani sendiri oleh pakar pendidikan Indra Charismiadji. Para guru disiapkan untuk menghasilkan beraneka ragam portofolio siswa. Diakhir kegiatan, mereka akan mendapatkan sertifikat pelatihan selama 96 jam pertemuan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kabid Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta Nur Pawaidudin mengatakan, gerakan ini sangat terbuka dan transparan. Siapapun pendidik di wilayah DKI Jakarta dapat ikut serta baik di madrasah maupun sekolah.

Dia menjelaskan, gerakan ini merupakan gerakan bersama sehingga tidak membebani pihak manapun baik dari segi anggaran, waktu, maupun energi, karena seluruhnya dilaksanakan secara daring dan sangat fleksibel.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!