Tips Jitu Jadi Petani Cabai Sukses ala Alumnus UGM
Sabtu, 17 April 2021 - 17:28 WIB
loading...
Webinar Kagama Pertanian dan Fakultas Pertanian UGM menghadirkan petani cabai millenial Pulung Widi Handoko. Foto/UGM
A
A
A
JAKARTA - Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Pulung Widi Handoko sebagai petani cabai milenial memberikan tips kepada calon petani cabe agar bisa mendapat omzet puluhan juta rupiah.
Berdasarkan data dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementrian Pertanian, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang. Jumlah ini hanya sekitar 8 % dari total petani kita yang berjumlah 33,4 juta orang.
Baca juga: Beasiswa PMDSU, Buka Harapan Menjadi Ilmuwan Muda
Melihat fenomena tersebut Kagama Pertanian dan Fakultas Pertanian UGM menghadirkan petani cabai millenial Pulung Widi Handoko. Pulung adalah Alumnus Fakultas Pertanian UGM Angkatan 2014 yang merupakan petani cabai dari Kabupaten Magelang. Sekali panen, omzetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Pulung menuturkan, kunci pertama untuk budidaya cabai ialah pada pemilihan lahan dan kunci kedua adalah cukupnya ketersediaan air. Perlu juga diperhatikan untuk pengolahan tanah sehingga petani harus rajin membersihkan sisa tanaman/gulma, pembuatan bedengan, pengapuran, pemupukan dasar, dan penutupan mulsa.
Berdasarkan data dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementrian Pertanian, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang. Jumlah ini hanya sekitar 8 % dari total petani kita yang berjumlah 33,4 juta orang.
Baca juga: Beasiswa PMDSU, Buka Harapan Menjadi Ilmuwan Muda
Melihat fenomena tersebut Kagama Pertanian dan Fakultas Pertanian UGM menghadirkan petani cabai millenial Pulung Widi Handoko. Pulung adalah Alumnus Fakultas Pertanian UGM Angkatan 2014 yang merupakan petani cabai dari Kabupaten Magelang. Sekali panen, omzetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Pulung menuturkan, kunci pertama untuk budidaya cabai ialah pada pemilihan lahan dan kunci kedua adalah cukupnya ketersediaan air. Perlu juga diperhatikan untuk pengolahan tanah sehingga petani harus rajin membersihkan sisa tanaman/gulma, pembuatan bedengan, pengapuran, pemupukan dasar, dan penutupan mulsa.
Lihat Juga :