Ornamen Header
80 Persen Sekolah di Tangsel Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
80 Persen Sekolah di Tangsel Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka perdana di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
TANGERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah, mulai Juli 2021. Pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 ini tidak akan belajar seharian penuh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono mengatakan, hingga saat ini sudah ada 80% sekolah yang dinyatakan lolos seleksi pembelajaran tatap muka selama Covid-19."Simulasi sudah dilakukan oleh berbagai sekolah, semua sekolah sudah melakukan simulasi. Kalau keinginan dari sekolah, semua ingin tatap muka. Tapi baru 80% yang siap," katanya, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Harus Digelar untuk Hindari Risiko 'Lost Generation'

Dilanjutkan Taryono, saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi ulang terhadap sekolah-sekolah yang menyatakan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka dan melakukan persamaan persepsi. "Saat ini sedang kami verifikasi ulang, sampai bulan Juli tuntas. Kita lagi menyatukan persepsi, siap bagi penyelenggaraan sekolah, betul tidak sesuai aturan ketentuan, protokol kesehatannya," ujarnya.

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 ini. Para siswa, tidak akan belajar seharian penuh. Waktu kegiatan belajar mengajar juga hanya di pagi hari.



"Pembelajaran tatap muka itu kan terbatas, anak belajar 4 jam. Masuk jam 7 tanpa istirahat, tidak ada lagi masuk siang. Siswa yang ikut pembelajaran tatap muka juga tidak full, hanya 50%," ungkapnya.

Baca juga: Anggota Komisi X DPR Ini Tetap Kekeh Minta PTM Digelar, Ini Alasannya

Selama pembelajaran tatap muka dilangsungkan, siswa yang 50% lainnya, tetap belajar di rumah secara daring. Begitupun dengan kurikulum pendidikan yang digunakan mengalami perubahan."Kurikulum pendidikan ada perubahan dengan pemerintah pusat, yakni kurikulum darurat. Jadi materi yang disampaikan hanya yang penting, pokok atau esensial saja. Masih dibahas," pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!