Sekolah Tatap Muka Harus Digelar untuk Hindari Risiko 'Lost Generation'
Kamis, 22 April 2021 - 05:39 WIB
loading...
Anggota Komisi X DPR Muhammad Khadafi. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Muhammad Khadafi mendukung pembukaan sekolah tatap muka terbatas segera dilaksanakan sesuai protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi kehilangan generasi atau lost generation terhadap putra putri terbaik bangsa dalam menghadapi bonus demografi .
"Mudah-mudahan Covid-19 cepat berlalu dan anak-anak kita bisa kembali mengejar pendidikan untuk SDM Indonesia yang unggul di saat bonus demografi. Kita ngak mau sampai terjadi lost generation," kata Muhammad Khadafi kepada SINDOnews, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Anggota Komisi X DPR Ini Tetap Kekeh Minta PTM Digelar, Ini Alasannya
Menurutnya, penanganan Covid-19 menjadi sangat penting agar proses belajar mengajar tatap muka bisa segera diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Langkah ini sangat penting dan menjadi tugas bersama agar proses pendidikan tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya Covid-19 yang masih mewabah.
"Tentunya pembelajaran tatap muka harus dijalankan sesuai prokes dan ada aturan jika satu tempat terjadi klaster baru maka harus ditutup. Makanya nanti pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap karena untuk bisa menanamkan prokes kepada setiap sekolah," terangnya.
"Mudah-mudahan Covid-19 cepat berlalu dan anak-anak kita bisa kembali mengejar pendidikan untuk SDM Indonesia yang unggul di saat bonus demografi. Kita ngak mau sampai terjadi lost generation," kata Muhammad Khadafi kepada SINDOnews, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Anggota Komisi X DPR Ini Tetap Kekeh Minta PTM Digelar, Ini Alasannya
Menurutnya, penanganan Covid-19 menjadi sangat penting agar proses belajar mengajar tatap muka bisa segera diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Langkah ini sangat penting dan menjadi tugas bersama agar proses pendidikan tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya Covid-19 yang masih mewabah.
"Tentunya pembelajaran tatap muka harus dijalankan sesuai prokes dan ada aturan jika satu tempat terjadi klaster baru maka harus ditutup. Makanya nanti pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap karena untuk bisa menanamkan prokes kepada setiap sekolah," terangnya.
Lihat Juga :