Hasil Survei, Mayoritas Orang Tua dan Siswa Ingin Sekolah Dibuka
Kamis, 29 April 2021 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, 21 persen menyatakan jumlah orang yang divaksinasi masih sedikit. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah orang yang sudah divaksinasi sebanyak dua kali sekitar 7.566.371 dan 12.280.765 orang yang sekali disuntik. Ali Rif'an mengatakan ada 17,3 persen mengungkapkan bahwa siswa-siswi rentan terpapar Covid-19. “Anak-anak lebih rentan tertular karena literasi prokesnya belum kuat. Belum paham,” tuturnya.
Pagebluk Covid-19 memaksa semua orang untuk akrab dengan gawai, internet, dan berbagai platform media sosial (medsos) dan pembelajaran. Dalam sigi ASI, 64,7 persen menyatakan penggunaan teknologi digital sangat dibutuhkan di masa depan. Kemudian, 20,4 persen tidak dibutuhkan lagi setelah pagebluk berlalu.
Baca juga: Jepang Berikan Beasiswa S1 dengan Fasilitas Bebas Biaya Kuliah dan Tunjangan, Tertarik?
Mayoritas masyarakat, menurut Ali, yakin pendidikan yang terintegrasi teknologi digital akan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meskipun nanti PTM digelar, teknologi informasi (TI) dan gawai akan dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). “Kalau tidak menjadi penunjang akan ketinggalan. Sekarang informasi tersebar di medsos dan internet,” tegasnya.
Sementera itu, peneliti bidang pendidikan ASI Budi Sugandi mengatakan tidak ada satu negara pun di dunia yang optimal menjalankan aktivitas pendidikannya di masa pagebluk Covid-19. Di Indonesia, sebelum pagebluk saja, sudah banyak pekerjaan rumah (PR) dunia pendidikan yang harus diselesaikan. Dunia pendidikan terseok-seok ketika harus beradaptasi dengan era new normal.
Budi menjelaskan sebenarnya pelaksanaan pendidikan selama pagebluk ini tidak bisa ditumpukan semuanya pada Kemendikbud-Ristek. Perlu ada peran kementerian lain, seperti komunikasi dan informatika (Kominfo) dalam hal penyediaan jaringan internet. Bagi siswa yang tinggal di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal, PJJ tentu akan sulit dilaksanakan karena jaringan internet yang buruk.
Ditambah lagi, tidak banyak yang memiliki gawai. “Saya melihat orang tua belum siap dengan belajar dari rumah. Banyak orang tua yang stress karena pembelajaran untuk SMP dan SMA jauh lebih sulit dari pengetahuannya. Edukasi terhadap orang tua perlu digalakkan lagi,” jelasnya.
Bertahap
Pagebluk Covid-19 memaksa semua orang untuk akrab dengan gawai, internet, dan berbagai platform media sosial (medsos) dan pembelajaran. Dalam sigi ASI, 64,7 persen menyatakan penggunaan teknologi digital sangat dibutuhkan di masa depan. Kemudian, 20,4 persen tidak dibutuhkan lagi setelah pagebluk berlalu.
Baca juga: Jepang Berikan Beasiswa S1 dengan Fasilitas Bebas Biaya Kuliah dan Tunjangan, Tertarik?
Mayoritas masyarakat, menurut Ali, yakin pendidikan yang terintegrasi teknologi digital akan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meskipun nanti PTM digelar, teknologi informasi (TI) dan gawai akan dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). “Kalau tidak menjadi penunjang akan ketinggalan. Sekarang informasi tersebar di medsos dan internet,” tegasnya.
Sementera itu, peneliti bidang pendidikan ASI Budi Sugandi mengatakan tidak ada satu negara pun di dunia yang optimal menjalankan aktivitas pendidikannya di masa pagebluk Covid-19. Di Indonesia, sebelum pagebluk saja, sudah banyak pekerjaan rumah (PR) dunia pendidikan yang harus diselesaikan. Dunia pendidikan terseok-seok ketika harus beradaptasi dengan era new normal.
Budi menjelaskan sebenarnya pelaksanaan pendidikan selama pagebluk ini tidak bisa ditumpukan semuanya pada Kemendikbud-Ristek. Perlu ada peran kementerian lain, seperti komunikasi dan informatika (Kominfo) dalam hal penyediaan jaringan internet. Bagi siswa yang tinggal di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal, PJJ tentu akan sulit dilaksanakan karena jaringan internet yang buruk.
Ditambah lagi, tidak banyak yang memiliki gawai. “Saya melihat orang tua belum siap dengan belajar dari rumah. Banyak orang tua yang stress karena pembelajaran untuk SMP dan SMA jauh lebih sulit dari pengetahuannya. Edukasi terhadap orang tua perlu digalakkan lagi,” jelasnya.
Bertahap
Lihat Juga :