Wujudkan Generasi Pembelajar untuk Menangi Persaingan di Masa Datang
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Pada Desember 2020, UNICEF menemukan bahwa 938 anak di Indonesia putus sekolah akibat pandemi COVID-19. Bahkan, 75% di antaranya tak bisa melanjutkan sekolahnya.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sejak awal pandemi COVID-19 hingga Februari 2021 sudah lebih dari 150 anak putus sekolah karena menikah dan bekerja.
Baca juga: Hasil Survei, Mayoritas Orang Tua dan Siswa Ingin Sekolah Dibuka
Dengan sejumlah program pendidikan yang telah dipersiapkan oleh pemerintah itu, tambah Rerie, diharapkan mampu mengatasi sejumlah kendala dalam proses belajar di lapangan.
Selain itu, ujarnya, upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 1945, kepada generasi penerus merupakan langkah penting untuk membentuk bangsa yang berkarakter kuat.
Meski begitu, diakui Rerie, saat ini sebagian masyarakat kita bukan pembelajar yang baik, bahkan terkesan enggan belajar untuk menjadi lebih baik.
Hal itu terlihat dalam kasus pengendalian Covid-19 di tanah air misalnya. Menurut Rerie, seharusnya peristiwa gelombang tsunami kasus positif Covid-19 di India bisa diambil sebagai pelajaran, sehingga masyarakat di Indonesia meningkatkan disiplin protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, untuk mencegah terjadinya hal serupa di Indonesia.
Namun, tambah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sebagian masyarakat kita mengabaikan pelajaran dari India itu.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sejak awal pandemi COVID-19 hingga Februari 2021 sudah lebih dari 150 anak putus sekolah karena menikah dan bekerja.
Baca juga: Hasil Survei, Mayoritas Orang Tua dan Siswa Ingin Sekolah Dibuka
Dengan sejumlah program pendidikan yang telah dipersiapkan oleh pemerintah itu, tambah Rerie, diharapkan mampu mengatasi sejumlah kendala dalam proses belajar di lapangan.
Selain itu, ujarnya, upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 1945, kepada generasi penerus merupakan langkah penting untuk membentuk bangsa yang berkarakter kuat.
Meski begitu, diakui Rerie, saat ini sebagian masyarakat kita bukan pembelajar yang baik, bahkan terkesan enggan belajar untuk menjadi lebih baik.
Hal itu terlihat dalam kasus pengendalian Covid-19 di tanah air misalnya. Menurut Rerie, seharusnya peristiwa gelombang tsunami kasus positif Covid-19 di India bisa diambil sebagai pelajaran, sehingga masyarakat di Indonesia meningkatkan disiplin protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, untuk mencegah terjadinya hal serupa di Indonesia.
Namun, tambah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sebagian masyarakat kita mengabaikan pelajaran dari India itu.
Lihat Juga :