Hardiknas 2021, JSIT Berkomitmen Terus Perjuangkan Dunia Pendidikan
Senin, 03 Mei 2021 - 02:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Peringati Hardiknas, Firli Bahuri: Kebodohan Akar Kemiskinan dan Kemaksiatan
Pria asal Surabaya ini menambahkan, untuk mewujudkan pelajar dan peserta didik yang berkualitas sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang diharapkan pendiri bangsa, Kemendikbud juga telah mencanangkan Profil Pelajar Pancasila dimana di dalamnya memuat karakter beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotongroyong, dan berkebhinekaan global.
Kata dia, sudah sejak dulu hingga kini mata pelajaran seperti PKn, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, ekstrakurikuler Pramuka wajib ada dijenjang SD, SMP, SMA, bahkan hingga ke perguruan tinggi. Hal ini terbukti ampuh mempertahankan NKRI, walaupun berbagai tantangan datang silih berganti.
"Pemerintah melalui Kemdikbud telah berjuang untuk mewujudkan amanat Pasal 31 UUD 1945 melalui berbagai macam kebijakan pendidikan di semua level. dengan tentunya menghasilkan berbagai kebijakan. Kebijakan tersebut yang menjadi dasar bagi semua Warga Negara Indonesia untuk tentunya mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak, dengan biaya dan anggaran yang disediakan Pemerintah sebagai pemangku kebijakan," jelasnya.
Dijelaskan Zahri, bergantinya nama Kementerian, mulai dari Menteri Pengajaran sejak awal dipimpin oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) saat ini yang dipimpin Menteri Nadiem Makarim, dengan berbagai bentuk dan kompetensinya masing-masing.
"Pergantian menteri pendidikan dengan latar belakang kompetensi yang berbeda-beda, juga bagian dari ikhtiar untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Berbagai konsep dan kebijakan pendidikan telah dilakukan dengan baik sesuai periode dan masa kepemimpinannya. Bagaimana hasilnya? dan upaya apa yang harus dilakukan?" ungkapnya.
Pria asal Surabaya ini menambahkan, untuk mewujudkan pelajar dan peserta didik yang berkualitas sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang diharapkan pendiri bangsa, Kemendikbud juga telah mencanangkan Profil Pelajar Pancasila dimana di dalamnya memuat karakter beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotongroyong, dan berkebhinekaan global.
Kata dia, sudah sejak dulu hingga kini mata pelajaran seperti PKn, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, ekstrakurikuler Pramuka wajib ada dijenjang SD, SMP, SMA, bahkan hingga ke perguruan tinggi. Hal ini terbukti ampuh mempertahankan NKRI, walaupun berbagai tantangan datang silih berganti.
"Pemerintah melalui Kemdikbud telah berjuang untuk mewujudkan amanat Pasal 31 UUD 1945 melalui berbagai macam kebijakan pendidikan di semua level. dengan tentunya menghasilkan berbagai kebijakan. Kebijakan tersebut yang menjadi dasar bagi semua Warga Negara Indonesia untuk tentunya mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak, dengan biaya dan anggaran yang disediakan Pemerintah sebagai pemangku kebijakan," jelasnya.
Dijelaskan Zahri, bergantinya nama Kementerian, mulai dari Menteri Pengajaran sejak awal dipimpin oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) saat ini yang dipimpin Menteri Nadiem Makarim, dengan berbagai bentuk dan kompetensinya masing-masing.
"Pergantian menteri pendidikan dengan latar belakang kompetensi yang berbeda-beda, juga bagian dari ikhtiar untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Berbagai konsep dan kebijakan pendidikan telah dilakukan dengan baik sesuai periode dan masa kepemimpinannya. Bagaimana hasilnya? dan upaya apa yang harus dilakukan?" ungkapnya.
Lihat Juga :