Butuh Banyak Pembenahan, FSGI Minta Kemendikbudristek Sinergi dengan Disdik
Senin, 03 Mei 2021 - 08:06 WIB
loading...
Salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Temanggung melakukan uji coba pembelajaran tatap muka perdana. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi ( Kemendikbudristek ) terkait permasalahan pendidikan di masa pandemi Covid-19. FSGI mendorong Kemendikbud bersinergi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) di setiap daerah.
"Untuk memastikan terlaksananya proses pembelajaran antara siswa dan guru dengan berbagai model dan cara sesuai disparitas wilayah, potensi, dan kesiapan sekolah," ujar Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Hardiknas, PB PGRI: Pencapaian Pendidikan Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api
Dia mengatakan, Kemendikbudristek seharusnya membuat skenario yang jelas dan terpantau untuk masing-masing sekolah dan tidak lagi menyerahkan kepada tim Covid secara umum dalam satu kabupaten/kota. FSGI mengingatkan Kemendikbudristek untuk tidak lagi menetapkan kebijakan yang seragam untuk seluruh Indonesia.
Kebijakan setingkat kabupaten/kota saja terbukti tidak bisa mengakomodasi kondisi setiap sekolah. FSGI mendorong Kemendikbudristek bekerja sama dengan Disdik di setiap daerah untuk melakukan pemetaan yang jelas tentang efektivitas kebijakan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah perkotaan dan perdesaan.
"Untuk memastikan terlaksananya proses pembelajaran antara siswa dan guru dengan berbagai model dan cara sesuai disparitas wilayah, potensi, dan kesiapan sekolah," ujar Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Hardiknas, PB PGRI: Pencapaian Pendidikan Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api
Dia mengatakan, Kemendikbudristek seharusnya membuat skenario yang jelas dan terpantau untuk masing-masing sekolah dan tidak lagi menyerahkan kepada tim Covid secara umum dalam satu kabupaten/kota. FSGI mengingatkan Kemendikbudristek untuk tidak lagi menetapkan kebijakan yang seragam untuk seluruh Indonesia.
Kebijakan setingkat kabupaten/kota saja terbukti tidak bisa mengakomodasi kondisi setiap sekolah. FSGI mendorong Kemendikbudristek bekerja sama dengan Disdik di setiap daerah untuk melakukan pemetaan yang jelas tentang efektivitas kebijakan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Lihat Juga :