Ornamen Header
Japelidi, Hadirkan Keragaman Budaya Indonesia di Ruang Digital
Japelidi, Hadirkan Keragaman Budaya Indonesia di Ruang Digital
Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) menggelar kegiatan diskusi dengan tema Keberagaman Budaya Indonesia di Ruang Digital pada Senin (3/5). Foto/Ist
JAKARTA - Indonesia sangat luar biasa keragaman budayanya, dengan 1.331 suku bangsa, 741 bahasa daerah, dan juga 6 agama resmi serta 245 kepercayaan. Bhinneka Tunggal Ika menjadi roh utamanya. Menghormati perbedaan dan keragaman, sudah menjadi konsekuensi yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. Sehingga penciptaan ruang publik dengan beragam kebudayaan yang bisa diterima oleh semua pihak, haruslah bangsa Indonesia laksanakan.

Kondisi tersebut menjadikan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), Fikom Universitas Pancasila, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, serta Tradisional Games Return (TGR), menggelar kegiatan diskusi dengan tema Keberagaman Budaya Indonesia di Ruang Digital pada Senin (3/5/2021).

Baca juga: Taklukan Kampus Dunia, 4 Mahasiswa UGM Raih Juara di Ajang Bisnis Internasional

Pemateri utama pada kegiatan ini Dr. Lestari Nurhajati, Anggota Japelidi dan juga dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR; Dr. Fitria Angeliqa, Anggota Japelidi dan juga dosen Fakultas Komunikasi Universitas Pancasila; serta moderator Aghnina Wahdini, M.Ikom, founder Traditional Games Return (TGR).

Dalam sambutan pembukaan, Novi Kurnia, Ph.D, Koordinator Nasional Japelidi mengungkapkan kegiatan dengan nama program J-Talk atau Japelidi Talks ini merupakan kegiatan rutin Japelidi. “Namun kali ini sifatnya berkaitan dengan sosialisasi atas empat modul literasi digital yang ditulis oleh teman-teman Japelidi dengan dukungan produksi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi serta Siberkerasi,” jelas Novi Kurnia yang juga dosen Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Japelidi, Hadirkan Keragaman Budaya Indonesia di Ruang Digital

Sementara itu, salah satu penyelenggara acara tersebut, Anna Agustina,Ph.D, selaku Dekan Fikom Universitas Pancasila menyatakan bahwa kegiatan kolaborasi antara berbagai organisasi dan kampus ini menunjukkan kepedulian perguruan tinggi, terutama dalam mendukung kegiatan literasi digital, “Tidak saja ini menjadi rangkaian Hari Pendidikan Nasional, namun juga bagian dari hari ulang tahun pendirian Fakultas Komunikasi Universitas Pancasila,” ungkapnya.



Baca juga: Gratis, ITB Bebaskan Biaya Pendaftaran dan UKT untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Memahami konteks budaya baik dari sisi praktik, produk, maupun perspektifnya, menjadi sangat penting untuk sebuah bangsa yang sangat beragam budayanya. Hal ini tidak saja untuk menjaga pelestarian budaya yang ada, juga sekaligsu mencegah terjadinya perpecahan karena hilangnya toleransi pada anggota masyarakatnya.

“Salah satu kompetensi yang tertinggi dalam kegiatan literasi digital adalah melakukan produksi, partisipasi, sekaligus kolaborasi. Dalam konteks menghadirkan kebudayaan di berbagai aplikasi media digital, ini juga harus dilakukan oleh semua pihak, terutama generasi muda kita. Generasi inilah yang diharapkan mampu menjaga keberagaman Indonesia di masa depan,” papar Lestari Nurhajati yang juga menjadi salah seorang penulis Modul Budaya Bermedia Digital.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 130 anak muda dari berbagai kampus dan organisasi ini menunjukkan betapa antusiasme generasi muda saat ini pada proses budaya dan media di ruang digital yang saling mempengaruhi.

Baca juga: Paling Diminati Mahasiswa Baru, Ini Keunggulan Prodi Agribisnis IPB University



“Sesungguhnya literasi memungkinkan kita terlepas dari Banalitas, konsensus artifisial, dan kekerasan simbolik yang barangkali hadir dalam kehidupan kita. Modernitas bisa membunuh tradisi yang sudah sangat lama merawat setiap individu dalam sebuah masyarakat,” terang Dr. Fitria Angeliqa.

Kemajuan teknologi komunikasi tidak terelakan, namun tentu saja mempertahankan keberagaman budaya Indonesia merupakan kewajiban seluruh anggota masyarakat. Termasuk ketika harus menghadirkannya di setiap ruang digital. Keberagaman budaya sesungguhnya bagian dari kekayaan bangsa Indonesia yang bisa dijadikan modal untuk mempertahankan keberadaan negara Indonesia.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!