Universitas Indonesia Jadi Runner Up di Safety Award Shell Eco-Marathon 2021
Rabu, 05 Mei 2021 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya ada Muhammad Rafi (Teknik Elektro 2018), Raihan Tsaqif Abyanudin (Teknik Mesin 2019), Xaviera Fidela (Teknik Perkapalan 2019), Edgar Nagok Nahum (Teknik Elektro 2018), Ahmad Muzakki (Teknik Mesin 2017), Agung Ilham Cahyadi (Teknik Elektro 2018), Ronald Galvin (Teknik Mesin 2018), Rafiq Ali Abdillah Azizi (Teknik Mesin 2018).
Lalu ada Yoga Cahya Nugraha (Teknik Mesin 2019), Akmal Rayhansyah Haryo Nugroho (Teknik Mesin 2019), Stephanus Keagan Riantoputra (Teknik Mesin 2018), Achmad Alvien Nurhidayatullah (Teknik Elektro 2019), Anisa Fakhira Mulya (Teknik Mesin 2017), Saffan Firdaus (Teknik Biomedik 2018), dan Gabriel Garcia Genta (Teknik Mesin 2018).
“Tim Arjuna SMV UI berpartisipasi dalam kategori Safety Award. Kategori ini menilai bagaimana kami mengaplikasikan prosedur keselamatan dalam setiap aktivitas yang kami lakukan. Tidak hanya itu, kami juga ditantang untuk meningkatkan standar keselamatan secara proaktif,” ujar Dr. Feri Yusivar.
Baca juga: Telkom University Menjadi Universitas Swasta Pertama yang Terakreditasi Unggul
Menurutnya, timnya melakukan tindakan preventif dengan cara melakukan risk assessment secara detail. Sehingga dapat mengidentifikasi berbagai tingkat bahaya yang ada serta mengkaji kembali langkah-langkah mitigasi yang sudah diterapkan berdasarkan hierarki pengendalian.
“Salah satu langkah mitigasi yang dilakukan Tim Arjuna adalah penggunaan engineering control dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan workshop tim SMV UI. Kami meningkatkan sistem ventilasi pada workshop baru SMV UI yang bertempat di gedung iCELL FTUI berdasarkan pendistribusian udara dan nilai ACPH (air change per hour). Dibandingkan sebelumnya, nilai distribusi udara meningkat lebih dari 350% sementara nilai ACPH naik 18%,” kata Joan Linden Lockita, General Manager SMV UI.
Ketua Tim Arjuna SMV UI Muhammad Maulana Ghifary menjelaskan, timnya juga mengidentifikasi potensi bahaya lainnya, seperti tidak menjaga postur tubuh secara ergonomi selama tim bekerja mempersiapkan perlombaan. Permasalahan ini akan berakibat fatal jika dibiarkan secara jangka panjang.
Lalu ada Yoga Cahya Nugraha (Teknik Mesin 2019), Akmal Rayhansyah Haryo Nugroho (Teknik Mesin 2019), Stephanus Keagan Riantoputra (Teknik Mesin 2018), Achmad Alvien Nurhidayatullah (Teknik Elektro 2019), Anisa Fakhira Mulya (Teknik Mesin 2017), Saffan Firdaus (Teknik Biomedik 2018), dan Gabriel Garcia Genta (Teknik Mesin 2018).
“Tim Arjuna SMV UI berpartisipasi dalam kategori Safety Award. Kategori ini menilai bagaimana kami mengaplikasikan prosedur keselamatan dalam setiap aktivitas yang kami lakukan. Tidak hanya itu, kami juga ditantang untuk meningkatkan standar keselamatan secara proaktif,” ujar Dr. Feri Yusivar.
Baca juga: Telkom University Menjadi Universitas Swasta Pertama yang Terakreditasi Unggul
Menurutnya, timnya melakukan tindakan preventif dengan cara melakukan risk assessment secara detail. Sehingga dapat mengidentifikasi berbagai tingkat bahaya yang ada serta mengkaji kembali langkah-langkah mitigasi yang sudah diterapkan berdasarkan hierarki pengendalian.
“Salah satu langkah mitigasi yang dilakukan Tim Arjuna adalah penggunaan engineering control dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan workshop tim SMV UI. Kami meningkatkan sistem ventilasi pada workshop baru SMV UI yang bertempat di gedung iCELL FTUI berdasarkan pendistribusian udara dan nilai ACPH (air change per hour). Dibandingkan sebelumnya, nilai distribusi udara meningkat lebih dari 350% sementara nilai ACPH naik 18%,” kata Joan Linden Lockita, General Manager SMV UI.
Ketua Tim Arjuna SMV UI Muhammad Maulana Ghifary menjelaskan, timnya juga mengidentifikasi potensi bahaya lainnya, seperti tidak menjaga postur tubuh secara ergonomi selama tim bekerja mempersiapkan perlombaan. Permasalahan ini akan berakibat fatal jika dibiarkan secara jangka panjang.
Lihat Juga :