Ornamen Header
BEM UNS Bentuk Women Crisis Center untuk Pendampingan Korban Seksual
BEM UNS Bentuk Women Crisis Center untuk Pendampingan Korban Seksual
BEM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi mendirikan Women Crisis Center (WE-CARE) UNS. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi mendirikan Women Crisis Center (WE-CARE) UNS. WE-CARE UNS didirikan untuk memberikan advokasi atas kasus kejahatan seksual atau kasus yang berkaitan dengan isu perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM UNS sekaligus pendiri WE-CARE UNS Nasyabila Amelia Wahyudi menerangkan, WE-CARE UNS merupakan jawaban atas maraknya kasus kejahatan seksual di lingkungan kampus yang telah menimbulkan banyak keresahan dan layanan ini terbuka bagi laki-laki maupun perempuan.

Baca juga: Kemendikbudristek Perkuat Mutu Dosen Melalui Beasiswa Gelar dan Non Gelar

Nasyabila mengungkapkan, rata-rata korban kasus kejahatan seksual di lingkungan kampus mengaku malu untuk mengungkapkan kejadian tidak mengenakan yang pernah dialaminya. Selain itu juga banyak dari korban merasa lingkungan cenderung menyalahkan posisi mereka.



“Ketiadaan sebuah kanal advokasi mengenai pelaporan kejahatan seksual membuat para korban bungkam dan para pelaku pelecehan seksual merasa aman karena perbuatannya tidak pernah ditindaklanjuti, baik secara proses sanksi akademik maupun hukum,” katanya dilansir dari laman resmi UNS di uns.ac.id, Minggu (16/5).

Dengan diperkuat oleh 15 personel, WE-CARE UNS yang pengelolaannya dipegang oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM UNS, membuka tiga jenis layanan, yaitu layanan umum, bantuan psikologis, dan hukum.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!