Lahirkan Banyak Tokoh, Menag: Alumni Harus Warnai Pemikiran Akademik UIN Jakarta
Minggu, 23 Mei 2021 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Menag juga mengungkapkan kiprah kampus yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan ini dalam pembaharuan pemikiran keagamaan di Indonesia. Terutama di masa kampus ini masih bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah.
Sebab lanjut Menag semua orang tahu, bahwa dari lulusan IAIN Syarif Hidayatullah ini telah lahir berbagai pemikiran dan upaya pembaharuan dalam memaknai bagaimana Islam itu selayaknya difahami, diamalkan, dan dijadikan sendi-sendi berfikir dalam banyak hal.
"Dari kampus inilah, kita mengenal sosok Prof. Harun Nasution sebagai peletak dasar pembaharuan pemikiran keislaman itu dimulai. Dari kampus ini pula, lahir sosok Prof. Dr. Nurcholish Madjid, tokoh dan pemikir keislaman dunia, yang sangat kuat dengan pemikiran-pemikiran progresifnya," ungkap Menag.
Baca juga: Keren, 2 Peneliti Muda Asal Indonesia Juarai Kompetisi Dunia di AS
"Ada banyak tokoh-tokoh lain yang lahir dan terinspirasi dari kampus ini. Pembaharuan dalam Islam, hemat saya, merupakan sebuah keharusan sepanjang masa," imbuhnya.
Ia pun menekankan dua pesan kepada pengurus IKALUIN Jakarta. Pertama, merevitasilasi image-building kampus UIN Jakarta sebagai kampus pembaharu patut untuk diketengahkan. Menumbuhkembangkan kesadaran pembaharuan dalam pemikiran dan gerakan keislaman ini perlu dikuatkan lagi, terutama melalui alumni UIN.
"Sebagai alumni UIN Jakarta, kita patut meyakini bahwa Islam adalah agama yang mampu menyelesaikan problem-problem kemanusiaan, kapanpun dan dimanapun. Islam seharusnya menjadi inspirasi dan menjadi landasan dalam memperkuat sendi-sendi kemanusiaan itu. Islam dihadirkan untuk kepentingan manusia, bukan untuk Tuhan," ujar Menag.
Sebab lanjut Menag semua orang tahu, bahwa dari lulusan IAIN Syarif Hidayatullah ini telah lahir berbagai pemikiran dan upaya pembaharuan dalam memaknai bagaimana Islam itu selayaknya difahami, diamalkan, dan dijadikan sendi-sendi berfikir dalam banyak hal.
"Dari kampus inilah, kita mengenal sosok Prof. Harun Nasution sebagai peletak dasar pembaharuan pemikiran keislaman itu dimulai. Dari kampus ini pula, lahir sosok Prof. Dr. Nurcholish Madjid, tokoh dan pemikir keislaman dunia, yang sangat kuat dengan pemikiran-pemikiran progresifnya," ungkap Menag.
Baca juga: Keren, 2 Peneliti Muda Asal Indonesia Juarai Kompetisi Dunia di AS
"Ada banyak tokoh-tokoh lain yang lahir dan terinspirasi dari kampus ini. Pembaharuan dalam Islam, hemat saya, merupakan sebuah keharusan sepanjang masa," imbuhnya.
Ia pun menekankan dua pesan kepada pengurus IKALUIN Jakarta. Pertama, merevitasilasi image-building kampus UIN Jakarta sebagai kampus pembaharu patut untuk diketengahkan. Menumbuhkembangkan kesadaran pembaharuan dalam pemikiran dan gerakan keislaman ini perlu dikuatkan lagi, terutama melalui alumni UIN.
"Sebagai alumni UIN Jakarta, kita patut meyakini bahwa Islam adalah agama yang mampu menyelesaikan problem-problem kemanusiaan, kapanpun dan dimanapun. Islam seharusnya menjadi inspirasi dan menjadi landasan dalam memperkuat sendi-sendi kemanusiaan itu. Islam dihadirkan untuk kepentingan manusia, bukan untuk Tuhan," ujar Menag.
Lihat Juga :