Wapres Minta UIN Jakarta Kawal Penguatan Moderasi Beragama di Indonesia
Minggu, 23 Mei 2021 - 22:17 WIB
loading...
Wapres KH Ma’ruf Amin meminta UIN Jakarta menjadi perguruan tinggi Islam yang terus mengawal penguatan moderasi beragama di Indonesia. Foto/Dok/UIN Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin meminta Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi perguruan tinggi Islam yang terus mengawal penguatan moderasi beragama di Indonesia. Wapres juga berharap UIN Jakarta dapat bersinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya untuk berkontribusi dalam mengawal penguatan moderasi beragama.
“UIN Jakarta yang memiliki Pusat Kajian Moderasi Beragama saya kira perlu terus dimaksimalkan perannya dalam mengawal moderasi beragama di Indonesia,” katanya saat menyampaikan orasi ilmiah secara virtual pada acara Dies Natalis ke-64 UIN Jakarta seperti dilansir dari laman resmi UIN Jakarta, Minggu (23/5/2021).
Baca juga: Lahirkan Banyak Tokoh, Menag: Alumni Harus Warnai Pemikiran Akademik UIN Jakarta
Acara perayaan Dies Natalis ke-64 dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Ketua Senat Universitas Abuddin Nata, para wakil rektor, para dekan, para guru besar, serta sivitas akademika lain. Selain itu hadir pula Ketua Ikatan Alumni UIN Jakarta yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzili, perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kepolisian, TNI, dan perwakilan mitra bisnis.
Ma’ruf Amin mengatakan, dunia saat ini sedang menghadapi dua kutub ekstrem pemikiran dalam memahami ajaran agama, yakni antara konservatisme dan sekularisme. Karena itu upaya mengawal moderasi beragama menjadi semakin penting untuk terus dilakukan dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan umat serta kesatuan bangsa.
Amin menambahkan, UIN Jakarta memiliki modal sejarah dan pengalaman yang cukup panjang sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam. Bahkan, UIN Jakarta juga memiliki sumber daya manusia yang kompeten mengenai Islam, tradisi keilmuan klasik, serta memadukan keislaman dan keindonesiaan.
Baca juga: Dies Natalis Ke-64, UIN Jakarta Berkomitmen Jadi Kiblat Peradaban Islam
“UIN Jakarta yang memiliki Pusat Kajian Moderasi Beragama saya kira perlu terus dimaksimalkan perannya dalam mengawal moderasi beragama di Indonesia,” katanya saat menyampaikan orasi ilmiah secara virtual pada acara Dies Natalis ke-64 UIN Jakarta seperti dilansir dari laman resmi UIN Jakarta, Minggu (23/5/2021).
Baca juga: Lahirkan Banyak Tokoh, Menag: Alumni Harus Warnai Pemikiran Akademik UIN Jakarta
Acara perayaan Dies Natalis ke-64 dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Ketua Senat Universitas Abuddin Nata, para wakil rektor, para dekan, para guru besar, serta sivitas akademika lain. Selain itu hadir pula Ketua Ikatan Alumni UIN Jakarta yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzili, perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kepolisian, TNI, dan perwakilan mitra bisnis.
Ma’ruf Amin mengatakan, dunia saat ini sedang menghadapi dua kutub ekstrem pemikiran dalam memahami ajaran agama, yakni antara konservatisme dan sekularisme. Karena itu upaya mengawal moderasi beragama menjadi semakin penting untuk terus dilakukan dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan umat serta kesatuan bangsa.
Amin menambahkan, UIN Jakarta memiliki modal sejarah dan pengalaman yang cukup panjang sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam. Bahkan, UIN Jakarta juga memiliki sumber daya manusia yang kompeten mengenai Islam, tradisi keilmuan klasik, serta memadukan keislaman dan keindonesiaan.
Baca juga: Dies Natalis Ke-64, UIN Jakarta Berkomitmen Jadi Kiblat Peradaban Islam
Lihat Juga :