Sejumlah Akademisi Suarakan Pengendalian Tembakau di Kalangan Anak-anak dan Remaja
Senin, 14 Juni 2021 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pengumuman SBMPTN 2021, Ini Link Utama dan 30 Laman Mirror untuk Mengakses
Sementara itu, Asdep Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Dr. Nancy Dian Anggraeni mengingatkan bahwa Indonesia sedang menunggu bonus demografi pada tahun 2045. Menurutnya, akan sulit menghasilkan generasi muda yang berkualitas di masa depan jika prevalensi perokok pada anak-anak terus meningkat.
"Untuk itu memang terus perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi persoalan ini. Kehadiran AAKPT ini akan sangat berarti agar isu pengendalian tembako ini bisa terus dikomunikasikan,” ungkap Nancy dalam keterangan persnya, Senin (14/6).
Sekjen AAKPT, Dr. Lestari Nurhajati mengatakan, Empat dari 7 penyebab merokok pada anak-anak dan remaja itu adalah masalah komunikasi. "Misalnya ketika mereka melihat promosi dan bungkus rokok di berbagai warung dan toko, lalu ketika mereka melihat iklan rokok di televisi, melihat iklan rokok di media luar ruang, juga ketika mereka melihat iklan rokok maupun asosiasi produk rokok di media sosial," kata Lestari Nurhajati.
Baca juga: Rifky, Dosen Muda UGM yang Pernah Gagal UN tapi Lulus dari Oxford dan Harvard
Sementara itu, Asdep Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Dr. Nancy Dian Anggraeni mengingatkan bahwa Indonesia sedang menunggu bonus demografi pada tahun 2045. Menurutnya, akan sulit menghasilkan generasi muda yang berkualitas di masa depan jika prevalensi perokok pada anak-anak terus meningkat.
"Untuk itu memang terus perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi persoalan ini. Kehadiran AAKPT ini akan sangat berarti agar isu pengendalian tembako ini bisa terus dikomunikasikan,” ungkap Nancy dalam keterangan persnya, Senin (14/6).
Sekjen AAKPT, Dr. Lestari Nurhajati mengatakan, Empat dari 7 penyebab merokok pada anak-anak dan remaja itu adalah masalah komunikasi. "Misalnya ketika mereka melihat promosi dan bungkus rokok di berbagai warung dan toko, lalu ketika mereka melihat iklan rokok di televisi, melihat iklan rokok di media luar ruang, juga ketika mereka melihat iklan rokok maupun asosiasi produk rokok di media sosial," kata Lestari Nurhajati.
Baca juga: Rifky, Dosen Muda UGM yang Pernah Gagal UN tapi Lulus dari Oxford dan Harvard
Lihat Juga :