Inkubator Bisnis Inovasi ITS Siap Bina Start Up Teknologi dari Kampus Manapun
Rabu, 16 Juni 2021 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: IKA ITS Jakarta Raya Beri Santunan dan Pelatihan Wirausaha untuk Yatim Piatu
Baroto mengungkapkan bahwa seluruh proses inkubasi akan memakan waktu maksimal 2 tahun, dengan meliputi konsultasi dan pendampingan, teknologi produksi, manajemen, akses pasar, serta fasilitas pembiayaan. Berdiri sejak 1995, Inkubator ITS merupakan inkubator perguruan tinggi tertua di Indonesia. Dalam agenda tersebut, ITS juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi 10 Start Up dari Kemenkop-UKM apabila lolos verifikasi.
Sementara Direktur Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Achmad Affandi menjelaskan sarana dan prasarana Inkubator ITS mengusung konsep co-working space. Total total ada 4 gedung kluster dan satu lantai (lantai 8) di Gedung Research Center ITS untuk seluruh tenant. “Lima gedung tersebut mampu memuat 40 tenant in-wall. Dan yang sekarang stay ada 37 tenant,” terang Dr. Ir. Achmad Affandi DEA, Direktur DIKST.
Saat ini tenant yang dinaungi Inkubator ITS saat ini berjumlah 46. Dan setidaknya ada 18 tenant yang exit (lulus) dari Inkubator ITS setiap tahunnya. “Kita ada co-working space di Siola, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, tapi sedang tidak aktif karena pandemi. Science Techno Park (STP) harus bermanfaat untuk UMKM di Surabaya dan sekitarnya,” jelas Affandi.
Baroto mengungkapkan bahwa seluruh proses inkubasi akan memakan waktu maksimal 2 tahun, dengan meliputi konsultasi dan pendampingan, teknologi produksi, manajemen, akses pasar, serta fasilitas pembiayaan. Berdiri sejak 1995, Inkubator ITS merupakan inkubator perguruan tinggi tertua di Indonesia. Dalam agenda tersebut, ITS juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi 10 Start Up dari Kemenkop-UKM apabila lolos verifikasi.
Sementara Direktur Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Achmad Affandi menjelaskan sarana dan prasarana Inkubator ITS mengusung konsep co-working space. Total total ada 4 gedung kluster dan satu lantai (lantai 8) di Gedung Research Center ITS untuk seluruh tenant. “Lima gedung tersebut mampu memuat 40 tenant in-wall. Dan yang sekarang stay ada 37 tenant,” terang Dr. Ir. Achmad Affandi DEA, Direktur DIKST.
Saat ini tenant yang dinaungi Inkubator ITS saat ini berjumlah 46. Dan setidaknya ada 18 tenant yang exit (lulus) dari Inkubator ITS setiap tahunnya. “Kita ada co-working space di Siola, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, tapi sedang tidak aktif karena pandemi. Science Techno Park (STP) harus bermanfaat untuk UMKM di Surabaya dan sekitarnya,” jelas Affandi.
(muh)
Lihat Juga :