Ornamen Header
Covid-19 Mengganas, Ini Saran Kemendikbudristek untuk Persiapan PTM Terbatas
Covid-19 Mengganas, Ini Saran Kemendikbudristek untuk Persiapan PTM Terbatas
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka perdana di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ( Paud Dikdasmen ) Kemendikbudristek Jumeri memberikan tips kepada sekolah dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan mengedepankan kehati-hatian dan keselamatan warga sekolah.

Dirjen Jumeri menjelaskan, pertama adalah hal yang bersifat dinamis mengenai status aman suatu kabupaten kota. Dimana jika hari ini suatu daerah dinyatakan berstatus zona kuning tapi di kemudian hari bisa berubah menjadi oranye dan bahkan dinyatakan dalam zona merah .

Baca juga: Komisi X DPR Minta Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

"Ini hal yang pertama yang harus dipahami kepala sekolah bahwa kepala sekolah harus bisa menyesuaikan situasi yang dinamis," katanya pada konferensi pers daring, Rabu (23/6).

Jumeri melanjutkan, hal kedua ialah yang bersifat pasti yakni sekolah harus memahami isi dari SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi beserta lampirannya, panduan PTM terbatas dan juga Instruksi Mendagri No 14/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Lalu, lanjut Jumeri, sekolah membentuk Satgas Covid-19 sehingga kepala sekolah pun akan bisa terbantu dalam persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan PTM terbatas tersebut. "Kemudian lakukan uji coba yang berfungsi dan berguna untuk memperkirakan sisi mana yang membahayakan dan mempunyai resiko penularan," ujarnya.



Baca juga: Info Penting Buat Orang Tua, Mengenal Konsep dan Jalur Masuk PPDB 2021

Selain itu, tambahnya, pelajari praktik-praktik baik sekolah yang sudah melakukan uji coba PTM di daerah sekitar. Jumeri juga menekankan kolaborasi dan koordinasi dengan pihak lain seperti fasilitas kesehatan perlu ditingkatkan karena permasalahan Covid-19 tidak bisa diselesaikan sendiri.

"Kemudian kepala sekolah bisa memanfaatkan dana BOS Reguler dan BOS Kinerja untuk memfasilitasi sekolahnya dengan sarana kesehatan untuk menjamin keselamatan keluarga sekolah," ucapnya.

Hal terakhir yang terpenting dalam mempersiapkan PTM adalah disiplin dalam protokol kesehatan. Jumeri menjelaskan, kepala sekolah dan guru harus selalu berkomunikasi dengan orangtua peserta didik agar anak mempunyai pemahaman yang sama tentang kebersihan dan kesehatan di sekolah dan juga dirumah.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!